Home Headline Tak Terima Ditegur, Seorang Buruh Bangunan Aniaya Rekannya Hingga Tewas

Tak Terima Ditegur, Seorang Buruh Bangunan Aniaya Rekannya Hingga Tewas

112
0
Tak Terima Ditegur, Seorang Buruh Bangunan Aniaya Rekannya Hingga Tewas
           Semarang, 6/11 (BeritaJateng.net) – Nasib tragis dialami  seorang pekerja bangunan, Jumarno, (27)  warga Ngadirejo, Boyolali. Korban meregang nyawa setelah di hantam linggis oleh rekannya sesama pekerja bangunan.
          Sementara pelaku pembunuhan Muhammad Yuda (18) warga Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Namun belum sampai 24 jam, tersangka berhasil diamankan oleh Aparat Polrestabes Semarang di rumahnya.
           Penganiayaan yang berujung maut itu berawal saat korban tengah bekerja di lantai atas proyek pembuatan rumah di Jalan Durian, muntal, Mangunsari, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang.
           Korban sempat menegur tiga rekan kerjanya, yakni tersangka yuda alias bayu, dan dua pekerja lainnya, Suryanto dan Agus supriyanto. Mereka ditegur, untuk tidak bercanda dalam bekerja.
Tak Terima Ditegur, Seorang Buruh Bangunan Aniaya Rekannya Hingga Tewas

Tidak berapa lama setelah ditegur, pelaku yuda yang merasa sakit hati  naik ke atas menghampiri korban,  sambil membawa alat kerja berupa linggis. Tanpa banyak bicara. Pelaku yuda langsung menghantamkan linggis ke arah tubuh korban hingga mengenai kepala dan punggung.

             Pelaku yang mendapati korban tersbungkur bersimbah darah langsung kabur. Sedangkan korban,  jumarno langsung dilarikan ke RSUD Ungaran guna menjalani perawatan. Karena luka yang serius di bagian kepala mengakibatkan nyawanya tak tertolong.
        Tersangka diamankan oleh petugas di kediamannya setelah melarikan diri ke Grobogan. Saat melarikan diri ia sempat menaiki jasa ojek online dari Gunungpati menuju Pedurungan.kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke kediamannya di daerah  Menawan, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan dengan menggunakan angkutan umum.
          “Jadi setelah melakukan itu sebelumnya juga sempat di hadang sama rekan lainnya yang bekerja di tempat bangunan tersebut, tapi tersangka ini bisa lolos,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang.
          Sementara dari keterangan tersangka Yud, ia melakukan hal tersebut lantaran sakit hati dengan perkataan korban. “Dia kata-katanya bikin sakit hati pas negur, di bilange ‘rausah guyonan suntaki remukan wesi sisan’ (nggak usah nercanda, tak tumpahi besi hancur),” ujar Yuda.
          Atas perbuatannya, Yuda diancam dengan Pasal 351 Ayat (3) KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Nh/EL)