Home News Update Tak Perlu Coklit, Pemilu 2019 Pemilih Demak Hampir Satu Juta

Tak Perlu Coklit, Pemilu 2019 Pemilih Demak Hampir Satu Juta

289
0
Sosialiasi pemutahiran data.

Demak, 9/5 (BeritaJateng.net) – KPU Demak tak perlu melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) pada data pemilih untuk daftar pemilu 2019 di Kabupaten Demak.

Alasannya karena Demak ikut menyelenggarakan Pilgub Jateng 2018.

Demikian disampaikan oleh Ketua KPU Demak, Mahmudi pada sosialisasi Pemutahiran Data Pemilih Penyusunan Daftar Pemilu 2019, di Hotel Amantis Demak, Senin (7/5/2018).

“Jadi untuk pemilu 2019, daftar pemilih yang digunakan adalah DPT Pilgub 2018 plus pemilih baru,” kata Mahmudi.

Acara sosialisasi yang dipandu oleh Hastin Atas Asih, Komisioner KPU Demak, menghadirkan narasumber Bambang Setyabudi Komisioner KPU Demak dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Demak, M Afhan Noor.

Menurut Mahmudi, pemilih baru atau pemilih pemula adalah warga yang berusia 17 tahun atau yang lahir pada 28 Juni 2001 hingga 17 April 2002.

Kendala yang dihadapi dalam pemutahiran data pemilih yakni syarat mutlak untuk memiliki E KTP atau setidaknya memiliki surat keterangan (Suket) pernah melakukan perekaman Ë KTP di Demak.

“Meskipun sesuai peraturan perundangan, mereka yang tidak masuk DPT namun bisa menunjukkan kepemilikan e-KTP atau surat keterangan (Suket) telah melakukan rekam data e-KTP, di TPS bisa memberikan hak suaranya,” imbuh Mahmudi.

Hasil sinkronisasi data pemilih, diperkirakan jumlah pemilih Pemilu 2019 nanti sekitar 900 ribu hingga satu juta pemilih. Sedangkan jumlah TPS mencapai 3616 buah. “Nantinya tiap TPS maksimal 300 pemilih, ” bebernya.

Terkait data sebanyak 12 ribu lebih warga Demak yang terancam gugur hak pilihnya akibat belum memiliki E KTP atau ada problem pada prosesnya, pihak KPU Demak menyerahkan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

“Terkait perekaman EKTP dan sejumlah penduduk Demak yang belum memiliki E KTP, tentu saja Disdukcapil Demak yang lebih tahu permasalahannya,” ujar Mahmudi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Demak, M Afhan Noor, memaparkan data rinci penduduk yang tercover dalam data Didsdukcapil.

“Penduduk Kabupaten Demak total adalah 1.269.942 jiwa, namun Data Kabupaten Bersih (DKB) per 31 Desember 2017 yang tercatat hanya 1.118.606 jiwa,” ungkap Afhan Noor.
Selisih jumlah 151.336 jiwa tersebut, menurutnya, terkendala oleh beberapa hal.

“Mereka yang terkategori ‘bermasalah’ bisa disebabkan oleh NIK ganda atau data ganda. Sedangkan NIK maupun data ganda tersebut bisa terjadi karena banyak hal. Di antaranya yang bersangkutan melakukan rekam data lebih dari sekali di kabupaten/kota yang berbeda, sehingga kena black list. Atau ada trouble saat rekam data, misalkan menggunakan lensa kontak saat pindai mata,” ujarnya.

Afhan Noor menyatakan, hingga saat ini masih ada kesempatan untuk perbaikan rekam data supaya bisa mendapatkan E KTP atau Suket dengan harapan berpartisipasi aktif untuk Pilgub 2018 dan Pemilu 2019.

“Perbaikan untuk beberapa ‘masalah’ dengan rekam data ulang langsung ke Disdukcapil di bagian Administrasi Data Base (ADB). Sementara bagi mereka yang belum melakukan rekam data, bisa segera datang ke Disdukcapil pula secara pro aktif,” pungkasnya. (El)