Home Hukum dan Kriminal Tak Miliki Izin, Bangunan Seluas 800 m2 Di Segel Satpol PP Kota...

Tak Miliki Izin, Bangunan Seluas 800 m2 Di Segel Satpol PP Kota Semarang

Satpol PP Kota Semarang menyegel bangunan yang rencananya akan dibuat sumur artetis air minum komersil karena tidak memiliki Izin mendirikan bangunan (IMB)
Satpol PP Kota Semarang menyegel bangunan yang rencananya akan dibuat sumur artetis air minum komersil karena tidak memiliki Izin mendirikan bangunan (IMB)
Satpol PP Kota Semarang menyegel bangunan yang rencananya akan dibuat sumur artetis air minum komersil karena tidak memiliki Izin mendirikan bangunan (IMB)

Semarang, 28/10 (BeritaJateng.net) – Bangunan seluas kurang lebih 800 meter persegi di Jalan Potrosari tengah No. 8 Kelurahan Srondol Kulon, Banyumanik, Semarang disegel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang karena belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Semarang Kusnandir menjelaskan, bangunan setengah jadi tersebut selain belum memiliki IMB, juga banyaknya aduan masyarakat yang keberatan dengan bangunan yang rencana di buat sumur artetis untuk komersial air isi ulang

“Saat disegel para pekerja masih melaksanakan pekerjaanya, baik tukang batu maupun tukang las besi. Para tukang merasa kebersatan saat di minta keluar dari area bangunan tersebut,” ujar Kusnandir.

Para tukang meminta, agar penyegelan dilakukan setelah pekerjaan mereka selesai atau maksimal setelah pembayaran. Namun petugas Satpol PP bersikap tegas dengan tetap melakukan penyegelan.

“Sempat ada adu mulut antara petugas dengan pekerja bangunan, akhirnya bisa ditengahi dan tetap dilakukan penyegelan,” katanya.

Menurutnya, semua kendaraan roda dua milik pekerja atau tukang dikeluarkan dan satu truk box pengangkut air mineral juga dikosongkan dari area.

Petugas Satpol PP memasang pita kuning
Petugas Satpol PP memasang pita kuning.

“Selama belum ada izin maka pemilik tidak boleh membangun,” tegas Kusnandir.

Pihaknya berharap agar pemilik bangunan mensosialisasikan terlebih dahulu rencana sumur artetis kepada warga sekitar.

“Pemilik bangunan melanggar Perda No. 5 tahun 2009 tentang bangunan. Sehingga dilakukan penghentian pekerjaan bangunan dengan memasang pita kuning, hal ini juga sebagai tindak lanjut rapat di ruang Walikota Semarang beberapa waktu yang lalu,” papar Kusnandir. (Bj05)