Home Lintas Jateng Tak Lolos Uji Emisi, 6 Armada BRT Semarang Dikandangkan

Tak Lolos Uji Emisi, 6 Armada BRT Semarang Dikandangkan

362
0
Pengecekan Uji Emisi BRT Trans Semarang.
        Semarang, 3/1 (BeritaJateng.net) – BLU Trans Semarang Dinas Perhubungan Kota Semarang, mengawali awal tahun 2018 ini dengan melaksanakan Uji Emisi serta kelayakan armada BRT Trans Semarang yang melintas di Jalan Pemuda.
       Dari Pantauan dilapangan, Rabu (03/01/2018) persatu armada BRT dari berbagai koridor di lakukan pengecekan mulai dari emisi gas buang, surat-surat kendaraan, hingga kondisi ban bus.
        Dari hasil pengecekan armada ini didapati 6 Armada Brt yang tidak lolos uji emisi, 1 supir yang ditilang lantaran tidak membawa Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan 2 armada menggunakan ban vulkanisir.
         Kepada wartawan Kepala Dishub Kota Semarang, Muhammad Khadik, disela-sila Uji Emisi menyebutkan, kegiatan uji emisi ini merupakan salah satu upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna BRT, berdasarkan dari Evaluasi di tahun 2017 lalu.
Keluhan dari masyarakat yang masuk selama tahun 2017 yakni 653 Keluhan menjadi perhatian utama sehingga secara rutin akan melaksanakan uji emisi dan kelayakan armada.
         “Ini bagian dari meningkatkan pelayanan armada BRT Trans Semarang karena laporan yang masuk di tahun 2017 saya rasa cukup banyak. Oleh karenanya giat kami awal bulan di tahun 2018 ini, diawali dengan melaksanakan Uji Emisi dan kelaikan armada Bus Rapid Transit BRT Trans Semarang, di Jalan Pemuda,” jelasnya.
Pengecekan Uji Emisi atau gas buang Bus BRT Semarang.

Sementara itu Plt. Kepala BLU Trans Semarang Ade Bhakti menjelaskan dari 653 keluhan 90 keluhan yang masuk dari masyarakat mengeluhkan tentang kondisi armada seperti kualitas AC, pintu hidrolik yang macet, dan asap kendaraan yang pekat atau emisi gas buang yang tinggi.

         “Bagi yang tidak lolos uji emisi kami minta agar operator memperbaiki semua armada dan melarang untuk tidak dioperasionalkan sebelum diperbaiki. Koridor yang dikeluhkan yakni Koridor II sebanyak 44 Keluhan, karena koridor tersebut usia armadanya yang paling tua dibandingkan dengan koridor lainnya. Namun demikian, pada pertengahan bulan Desember sudah dilakukan peremajaan armada BRT untuk Koridor dua yakni 12 armada baru dari keseluruhan 26 armada yang beroperasi,” kata Ade.
         Adapun sanksi bagi operator armada BRT akan diberikan berdasarkan aturan yang ada mulai dari sanski tertulis hingga penundaan uang operasional bulanan.
          “Dari 653 keluhan tersebut, 3 posisi teratas keluhan masih didominasi keluhan tentang pelayanan sopir sebanyak 142 Keluhan, dibawahnya tentang armada tidak merapat ke shelter sebanyak 129 keluhan, dan nomor 3 tentang petugas tiket kami yang galak judes dll sebanyak 100 keluhan. Dari 3 hal tersebut sebagai evaluasi kami bahwa ternyata faktor manusia sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kami,” imbuhnya.
          Lebih lanjut Ade mengatakan, untuk meningkatkan pelayanan armada BRT Trans Semarang, jajaran manajemen BLU Trans Semarang akan memperbaiki kualitas SDM pegawainya mulai dari supir hingga petugas tiket dnegan menaikan kesejahteraannya.
           “Maka dari itu tahun ini coba akan kami naikkan bertahap terkait dengan kesejahteraan supir. Kami mulai dari supir, yang tahun 2017 lalu minimal Rp, 2.750.000 plus uang Makan sehari Rp 50 ribu. Untuk tahun ini kami akan naikkan sebanyak dua kali UMK Kota Semarang. Artinya rekan-rekan supir bisa menerima Take Home Pay mendekati angka Rp. 4,6 juta sebulan,” imbuhnya. (Bj/El)