Home Hukum dan Kriminal Tak Kantongi Izin Laik Jalan Bustram Semarjawi Akan Dikandangkan

Tak Kantongi Izin Laik Jalan Bustram Semarjawi Akan Dikandangkan

wpid-dsc_0656.jpg

Semarang, 7/6 (BeritaJateng.net) – Satuan Lalu-Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang layangkan surat pengandangan terhadap Bustram Semarjawi (Semarang Jalan-jalan Wisata) atau bus wisata bertingkat milik Pemkot Semarang.

Hal itu dilakukan karena Bus tingkat tanpa penutup langit-langit bisa membahayakan para penumpang.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Pungky Bhuana mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat untuk segera mengandangkan Bustram Semarjawi.

“Kami sudah kirimkan surat pengandangan Bus tingkat Semarjawi dua kali. Surat itu ditujukan Kadinas Perhubungan Kota Semarang dengan tembusan Walikota Semarang,” katanya saat diwawancarai.

Menurutnya, walaupun bus tingkat tersebut tidak beroperasi setiap hari tetap membahayakan penumpang dan pengendara lain.

“Jenis bus semacam itu harusnya butuh jalur khusus. Coba bayangkan bus tingkat itu jalan ditempat umum mesti rutenya lingkup Kota lama Semarang jelas membahayakan penumpang, dan pengendara lain,” tuturnya.

Pungky menambahkan langkah tegas dengan melayangkan surat pengandangan karena belum memiliki izin transport dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang.

“Yang jelas dari Dishub Kota Semarang tidak memberikan izin laik jalan karena tidak mempunyai izin type, uji karoseri dan KIR. Dari kepolisian pun terang tidak bisa kalau ijin tidak ada ijin,” tegasnya.

Sementara itu, Pakar Transportasi UNIKA Soegijapranata Djoko Setijowarno menyatakan, bus tingkat wisata SEMARJAWI harus taat aturan jika dioperasikan di jalan demi keselamatan.

“Sesuai Pasal 48 UU 22/2009 tentang LLAJ, setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan,” ungkapnya.

Menurutnya, persyaratan teknis terdiri susunan, perlengkapan, ukuran, karoseri, rancangan teknis kendaraan sesuai dengan peruntukannya, pemuatan, penggunaan, penggandengan kendaraan bermotor dan penempelan kendaraan bermotor.

Sedangkan, lanjutnya, persyaratan laik jalan, terdiri emisi gas buang, kebisingan suara, efisiensi sistem rem utama, efisiensi sistem rem parkir, kincup roda depan, suara klakson, daya pancar dan arah sinar lampu utama, radius putar, akurasi alat penunjuk kecepatan, kesesuaian kinerja roda dan kondisi ban, dan kesesuaian daya mesin penggerak terhadap berat kendaraan.

“Jadi kalau tidak memiliki izin laik jalan, uji karoseri dan KIR jelas tidak boleh, karena menyangkut keselamatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kalau sekarang sudah jelas aturan yg disampaikan Dishubkominfo dan Satlantas, seharusnya Satlantas tak perlu ragu menindak.

Seperti yang di ketahui, Bustram Semarjawi merupakan bus wisata bertingkat persembahan PT. Telekomunikasi Selular yang kesehariannya di kelola oleh Lembaga Sosial Masyarakat ERTIM Indonesia.

Bus dua tingkat yang memiliki panjang 7,2 meter, lebar 1,3 meter dan tinggi 3,7 meter ini mampu menampung penumpang dari 25 hingga 40 orang. Setiap penumpang yang ingin menaikinya harus merogoh kocek Rp. 10.000 perorang pada jam kerja ( usia diatas 12 tahun), pada akhir pekan Rp.15.000 perorang, untuk anak-anak (usia 0-12 tahun) Rp. 5.000. (BJ04)