Home Headline Tak Kantongi Ijin, Bongkar Muat Kayu Pelindo III Dihentikan

Tak Kantongi Ijin, Bongkar Muat Kayu Pelindo III Dihentikan

Semarang, 19/11 (BeritaJateng.net) – Kegiatan  bongkar muat ribuan kubik kayu yang menggunakan jasa PT. Pelindo III (Persero) Cabang Tanjung Mas Semarang dihentikan pihak Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP)  Semarang (Kamis,19/11).

Menurut Kepala KSOP Tanjung Mas, Marwan, penghentian ini dilakukannya, karena PT Pelindo III belum  mengantongi perizinan untuk Bongkar Muat di Pelabuhan yang berdasarkan Permenhub No. 60 Tahun 2015.

“Ya karena tidak ada izin, sesuai peraturan kami hentikan bongkar muat Pelindo,” tuturnya kepada wartawan.

Padahal menurut Marwan, pihaknya sudah memberi waktu selama 2 bulan agar PT Pelindo III mengurus izinnya dengan persyaratan ada rekomendasi dari APBMI Jateng.

“Kantor kami siap 24 jam untuk membantu perizinan Pelindo dengan rekomendasi dari APBMI,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Jateng, Romulo Simangunsong membenarkan adanya penghentian Kegiatan Bongkar Muat Pelindo  yang dilakukan KSOP Tanjung Mas di area Pelabuhan dalam, karena memang selama ini PT Pelindo belum juga mengurus legalitas perizinan bongkar muatnya.

“Pihak APBMI selama ini telah memberikan kesempatan PT Pelindo untuk mengurus izinnya, tapi entah kenapa belum juga ngurus,” ungkapnya.

Senada juga disampaikan Sekretaris APBMI Jateng, Azhar yang menyayangkan sikap PT Pelindo yang belum juga mengurus perizinannya. Dan dalam kasus ini sebenarnya Pelindo juga disamping belum mengantongi perizinan, tapi terkait waktu serta lokasi bongkar muat harus ada persetujuan dulu dari KSOP.

“Ada kesalahan prosedur yang dilakukan Pelindo, disamping belum mengantongi izinnya,” ucapnya.

Ditempat terpisah General Manjer PT. Pelindo III Cabang Tanjung Mas, Tri saat dikonfirmasi awak media, justru terkesan santai.

“Nanti akan saya urus,” pesannya melalui handphonenya.

Dilokasi Kegiatan Bongkar Muat yang terletak di area Pelabuhan dalam, seorang saksi mata Efendi menceritakan kronologisnya. Jika sekira 5 (lima) ribuan kubik kayu yang diduga didatangkan dari Kalimantan saat akan bongkar muat yang dilakukan  Pelindo dihentikan pihak KSOP Tanjung Mas, karena belum ada izinnya.

Kejadiannya sejak pukul 15.00 WIB hingga malam masih belum ada respon dari Pihak Pelindo.

“Ya tadi sore distop KSOP, Pelindo kan juga operator, bukan regulator harus ada izinnya mas,”  ujarnya. (BJ)