Home Lintas Jateng Tak Dilengkapi Timer, Traffic Light Terhubung ATCS

Tak Dilengkapi Timer, Traffic Light Terhubung ATCS

108
1
Walikota Semarang Hendrar Prihadi memperlihatkan kecanggihan pemantau CCTV di kota Semarang dari Monitoring room (Moro Semar).

Semarang, 17/10 (BeritaJateng.net) – Hampir seluruh lampu pengatur lalu lintas di Kota Semarang, sudah terhubung dengan sistem ATCS (Area Traffic Control System).

Karenanya, saat ini dapat ditemui tidak lagi adanya timer (waktu pengatur nyala lampu) di setiap traffic lights. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (DIshubkominfo) Kota Semarang Agoes Harmunanto.

“Jadi traffic light yang sudah terhubung ATCS, tidak lagi dilengkapi dengan timer,” terangnya.

Dijelaskan, keberadaan timer memang membantu para pengguna jalan untuk bersiap-siap baik berhenti maupun jalan lagi saat lampu berwarna hijau. Namun seiring dengan keberadaan sistem online pengaturan traffic jalan raya, kini timer ditiadakan.

Ditambahkan, di beberapa lampu persimpangan jalan terutama di kawasan pinggiran memang masih dapat dijumpai timer. Namun jumlahnya tidak banyak.

“Karena belum terhubung online ya masih harus ada timer,” tukasnya.

Agoes menambahkan, sejumlah persimpangan jalan yang terhubung online dan dikendalikan sistem ada di Tugu Muda, MH Thamrin, Pemuda, A Yani, Pahlawan dan beberapa kawasan protokol. Di traffic light tersebut biasanya terpasang kamera CCTV untuk memantau kepadatan arus lalu lintas.

Jika lalin padat, maka nyala lampu merah akan dipersingkat dan nyala hijau diperlama melalui perintah yang terdapat di monitoring room di PIP Komplek Balaikota. Pengaturan ini semakin mudah seiring dengan teknologi online dan internet yang sudah diterapkan pihaknya.

“Ada petugas yang berjaga mengatur dan mengawal monitoring room mulai pukul 06.00 hingga 21.00 setiap harinya,” pungkasnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Kadarlusman menyambut baik dihilangkannya timer di setiap traffic light. Pasalnya, keberadaan timer membuat estetika kota nampak ‘ndeso’.

“Padahal kan Semarang ini kota besar menuju metropolitan yang tentunya segala sesuatunya harus dikerjakan secara computerized dan mengakomodir kebutuhan modern masa kini,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Diakui, dengan model semacam ini, visi menjadi kota metropolitan dan modern akan semakin nyata dan Semarang juga akan semakin hebat. (Bj)

Comments are closed.