Home Headline Tak Berizin Dua Lokasi Tambang di Rembang Dihentikan Paksa Operasionalnya

Tak Berizin Dua Lokasi Tambang di Rembang Dihentikan Paksa Operasionalnya

181
0
Tak Berizin Dua Lokasi Tambang di Rembang Dihentikan Paksa Operasionalnya
        REMBANG, 8/11 (BeritaJateng.net) – Dua lokasi tambang batu andesit di kabupaten Rembang dihentikan aktivitasnya oleh balai pengkajian pengawasan dan pengendalian ESDM wilayah Kendeng Selatan, Rabu (8/11/2017). Diketahui dua tambang yang sudah beroperasi kurang lebih satu tahun tersebut tidak memiliki izin atau ilegal.
         Dua tambang yang dihentikan operasionalnya oleh petugas gabungan dari balai pengkajian pengawasan dan pengendalian ESDM wilayah Kendeng selatan dan satpol PP kabupaten Rembang ini berada di desa Sidomulyo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Dua tambang ilegal tersebut salah satunya diketahui milik kepala desa setempat bernama Sarip.
         “Dua tambang ini terpaksa dihentikan aktivitasnya karena tidak memiliki ijin tambang atau ilegal,” ujar Agus Sugiyarto Kepala balai pengkajian pengawasan dan pengendalian ESDM wilayah Kendeng selatan.
           Akibat penutupan ini, aktivitas penambangan yang saat itu sedang ramai langsung berhenti total. Sejumlah sopir truk dan seorang pengawas tambang langsung diamankan petugas untuk didata.
Tak Berizin Dua Lokasi Tambang di Rembang Dihentikan Paksa Operasionalnya

Agus Sugiyarto mengatakan, penghentian operasional dua tambang ini dilakukan sampai pemilik tambang mengurus ijin tambangnya. Pemilik tambang diberikan surat pernyataan untuk tidak melanjutkan kegiatannya dan diminta segera mengurus ijin.

           Agus mengancam jika pemilik tambang tetap melanjutkan operasional penambangannya maka pihaknya tidak segan-segan melakukan penyitaan terhadap alat-alat beratnya.
           “Ini ada dua tambang yang kami minta untuk menghentikan operasionalnya, satu tambang tidak berijin dan satu tambang berijin tetapi menambang melebihi ijin lokasinya. Kami hentikan operasionalnya dan beri surat pernyataan penghentian kegiatan  sampai pemilik mengajukan ijin penambangan,” ucap Agus Sugiyarto di lokasi tambang.
          Menurutnya penutupan tambang ini dilakukan sesuai Perda Tata Ruang dan Lingkungan pemda setempat.
(MN/EL)