Home Headline Tak Ada Tanda Kekerasan Ditubuh Pelajar Tenggelam di Blora

Tak Ada Tanda Kekerasan Ditubuh Pelajar Tenggelam di Blora

238
0
Evakuasi jasad pelajar yang tenggelam bersama motornya di blora
      BLORA, 20/6 (BeritaJateng.net) – Seorang pelajar bernama Wahyu Setyo Budi (15) warga RT 04 RW 08 dukuh Teleng kelurahan buluroto kecamatan banjarejo kabupaten Blora Jawa tengah ditemukan tewas mengapung di sungai Lusi bersama sepeda motor maticnya. Penemuan mayat korban pun membuat gempar warga sekitar. Aparat kepolisian dari polres Blora dan Polsek banjarejo yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian.
      Kapolsek banjarejo AKP Budiyono mengatakan, hasil pemeriksaan tim medis puskesmas setempat, menyimpulkan korban meninggal akibat tenggelam. Paru-paru korban teridentifikasi kemasukan air serta kepala membengkak juga disebabkan karena kemasukan air. Selain itu, gigi korban juga masih dalam kondisi utuh.
      “Ini murni karena tenggelam. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada diri korban. Diperkirakan sudah tenggelam 1 hari 1 malam”, papar Kapolsek di lokasi kejadian.
       Kapolsek mengaku, sebelum ditemukan tewas tenggelam, korban sudah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Saat ini pihaknya masih menyelidiki Bagaimana korban bisa tenggelam bersama sepeda motornya.
      “Kita masih cari saksi dan sebagainya bagaiman korban bersama sepeda motornya bisa sampai sungai. Yang jelas barang-barang korban tidak ada yang hilang”, imbuh Kapolsek.
     Sementara itu, menurutnya, dari hasil keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit step sejak kecil.  “Bisa saja sewaktu-waktu penyakit stepnya  kambuh”, papar Kapolsek.
       Korban sendiri ditemukan pertama kali oleh seorang warga bernama Sunardi saat sedang mengisi bensin dieselnya yang berada di tepi sungai. Saat melihat di sekitar sungai, ia dikejutkan dengan adanya sesosok mayat dengan posisi telungkup serta sepeda motor di sebelah Utara mayat. Korban yang panik kemudian lari ke atas dan memanggil saudaranya.
       “Saya sedang ngisi bensin diesel, waktu saya lihat-lihat arah sungai ada mayat dengan posisi telungkup. Saya langsung lari ke atas memanggil pak Lik saya untuk memastikan apakah itu orang atau bukan. Setelah dipastikan mayat orang, pak Lik saya langsung memberitahu warga sekitar”, ucapnya.
       Setelah berhasil dievakuasi petugas BPBD kabupaten Blora, jenazah langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan. Sedangkan sepeda motor korban dievakuasi beramai-ramai oleh warga.
(MN/El)