Home DPRD Kota Semarang Tahun Ini Disdik Kota Semarang Dapat Kucuran APBD Rp. 1,16 Triliun

Tahun Ini Disdik Kota Semarang Dapat Kucuran APBD Rp. 1,16 Triliun

Semarang, 7/1 (BeritaJateng.net) – Dinas Pendidikan Kota Semarang merupakan satuan kerja perangkat dinas (SKPD) yang mendapatkan kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun ini.

“Dibandingkan dengan SKPD-SKPD lainnya, yang mendapatkan kucuran (APBD 2016, red.) memang Disdik,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Kamis.

Kucuran anggaran untuk Disdik tahun ini sekitar Rp1,16 triliun, kata dia, terbagi  atas alokasi belanja tidak langsung sebesar Rp939 miliar dan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp221 miliar.

Besarnya kucuran anggaran, kata dia, salah satunya karena tahun ini honor guru tidak tetap (GTT) dan tenaga kependidikan tidak tetap disesuaikan upah minimum kota (UMK) sebesar Rp1,9 juta/bulan.

“Honor GTT dan tenaga kependidikan honorer ini kan masuk belanja tidak langsung, kalau belanja langsung, misalnya perbaikan sekolah, pembangunan ruang kelas baru, dan sebagainya,” katanya.

Dengan kucuran dana yang paling besar, politikus PDI Perjuangan itu mengharapkan Disdik bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Semarang, termasuk program sekolah gratis sembilan tahun.

Ia mengatakan saat ini sudah tidak ada alasan lagi satuan pendidikan yang masuk program sekolah gratis menarik pungutan lagi kepada orang tua siswa karena sudah dibiayai dengan anggaran daerah.

Apalagi, kata Supriyadi, seiring dengan peningkatan honor GTT dan tenaga kependidikan honorer sesuai UMK yang diharapkan diimbangi dengan peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Total belanja APBD Kota Semarang 2016 mencapai sebesar Rp4,09 triliun, terbagi atas Rp2,4 triliun untuk belanja langsung dan Rp1,6 triliun untuk belanja tidak langsung, sementara pendapatan Rp3,4 triliun.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin mengakui besarnya anggaran yang didapatkan, salah satunya karena adanya peningkatan honor GTT dan tenaga kependidikan tidak tetap sesuai UMK.

“Kami kan punya ‘database’ GTT dan tenaga kependidikan tidak tetap yang sifatnya ‘by name, by school’. Artinya, nama guru dan tempat mengajarnya. Ya, dasarnya dari ‘database’ ini,” katanya.

Masih adanya GTT, diakuinya karena selama ini memang ada kekurangan guru dan tenaga kependidikan di sekolah, terutama sekolah dasar (SD) yang harus segera diisi untuk pengoptimalan pembelajaran. (Bj)