Home News Update Tahun 2018, Disdik Semarang Targetkan Seluruh SMP UNBK

Tahun 2018, Disdik Semarang Targetkan Seluruh SMP UNBK

34
0
Walikota Semarang dan Kadisdik meninjau laboratorium komputer yang biasa digunakan untuk UNBK.

Semarang, 9/5 (BeritaJateng.net) – Dinas Pendidikan Kota Semarang menargetkan seluruh sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah tersebut bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada tahun depan.

“Kami akan mendorong, sekaligus memberikan bantuan apa yang dibutuhkan agar SMP seluruhnya, khususnya yang negeri bisa menggelar UNBK,” kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin di Semarang.

Meski tahun ini sudah 88 persen SMP di Kota Semarang yang sudah menyelenggarakan UNBK, yakni 176 SMP, baik negeri maupun swasta, masih ada 47 sekolah yang ujian berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Ia menyebutkan sebanyak 47 sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK tahun ini sebagian besar sekolah swasta yang kondisi sarana dan prasarananya belum memungkinkan, termasuk dengan menginduk.

Menurut dia, bantuan akan diberikan secara bertahap oleh Disdik Kota Semarang untuk kesiapan UNBK, seperti perangkat komputer, “server”, dan sarana pendukung lainnya, seperti genset.

“Untuk sekolah SMP swasta yang telah berani melaksanakan UNBK tahun ini dengan menginduk ke sekolah lain, nanti kalau ada permohonan bantuan juga akan kami berikan perhatian,” tegas Bunyamin.

Beberapa pengelola SMP swasta juga menyatakan keinginannya bisa menyelenggarakan UNBK pada tahun depan, seperti sekolah-sekolah lainnya di Semarang yang pada tahun ini sudah bisa melaksanakan UNBK.

Seperti Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Hidayah, Gunungpati, yang mengakui kesiapan sarana dan prasarananya memang belum memadai sehingga siswa-siswinya masih melaksanakan UNKP seperti tahun sebelumnya.

“Namun, kalau pemerintah memutuskan atau setidaknya mengimbau agar seluruh sekolah harus ikut UNBK, tentunya kami akan mempersiapkan diri,” kata Kepala Bagian Tata Usaha (TU) MTs Al Hidayah, Dony Setiawan.

Walaupun demikian, masih ada sejumlah sekolah yang pesimistis tahun depan bisa melaksanakan UNBK, sebab kesiapan tidak hanya menyangkut perangkat, melainkan juga kesiapan dari siswanya.

“Ya, siswa kami sudah sekolah saja kami bersyukur. Kebanyakan siswa kami memiliki latar belakang berbeda dengan sekolah-sekolah lain,” kata Kepala SMP Pancasila Semarang Agus Mahardika.

Diakuinya, siswa-siswinya kebanyakan mereka dari kalangan tidak mampu yang semula putus sekolah atau memilih bekerja, tetapi bisa didorong dan diupayakan untuk meneruskan pendidikan menengah pertama.

“Ya, kami tetap berharap bisa melaksanakan UNBK. Namun, kelihatannya belum memungkinkan, tahun depan sekalipun,” katanya. (El)