Home Nasional Tahun 2016 Jogja Targetkan Seluruh Warga Terlayani SAL

Tahun 2016 Jogja Targetkan Seluruh Warga Terlayani SAL

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

Yogyakarta, 12/1 (BeritaJateng.net) – Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Yogyakarta menargetkan seluruh wilayah di kota tersebut sudah terlayani saluran air limbah pada 2016.

“Dari 14 kecamatan, hanya satu kecamatan yang belum terjangkau saluran air limbah. Jika dihitung berdasarkan kelurahan, ada sembilan dari 45 kelurahan yang belum terlayani saluran air limbah. Tiga di antaranya ada di Kotagede,” kata Kepala Dinas Kimpraswil Kota Yogyakarta Toto Suroto di Yogyakarta, Senin.

Menurut Toto, salah satu kendala pembangunan saluran air limbah di Kecamatan Kotagede adalah topografi wilayah yang cenderung berbentuk cekungan sehingga perlu dilakukan upaya rekayasa agar limbah bisa mengalir ke saluran induk.

Kendala lainnya adalah Kecamatan Kotagede belum memiliki sambungan lateral yaitu sambungan yang menghubungkan sambungan rumah ke saluran induk.

“Pembangunan saluran induk menjadi tugas dari pemerintah pusat, sedangkan pemerintah kota bertugas untuk membangun saluran lateral dan sambungan rumah,” katanya.

Selain membangun sambungan rumah, pelayanan sanitasi juga dilakukan dengan pembangunan IPAL Komunal. Saat ini, sudah ada 56 unit IPAL Komunal di Kota Yogyakarta.

Berdasarkan cakupan pelayanan sanitasi, saat ini baru 22,44 persen wilayah di Kota Yogyakarta yang terlayani sanitasi “off site”. Sedangkan sisanya menggunakan sanitasi “on-site” yaitu memanfaatkan septic tank.

Saat ini, Pemerintah Kota Yogyakarta bersama dengan sekitar 40 pemerintah kota dan kabupaten lain di Indonesia mengikuti program hibah infrastruktur sanitasi dari Pemerintah Australia melalui Indonesia Infrastructure Initiative.

Hibah diberikan berdasarkan hasil, yaitu didasarkan pada jumlah sambungan rumah yang berhasil dibangun pemerintah daerah selama jangka waktu tertentu.

Berdasarkan kesepakatan, Pemerintah Kota Yogyakarta ditargetkan membangun 3.089 sambungan rumah dalam jangka waktu tiga tahun sejak 2013. Hingga saat ini, sudah ada 1.760 sambungan rumah yang dibangun.

Dari setiap sambungan rumah yang telah dibangun dan dinyatakan bisa berfungsi dengan baik, maka Pemerintah Kota Yogyakarta akan menerima hibah senilai Rp3 juta sehingga total dana hibah yang akan diterima Pemerintah Kota Yogyakarta adalah Rp9,267 miliar.

Sementara itu, Senior Program Officer Water and Sanitation Indonesia Infrastructure Initiative Nur Fadrina Mourbas mengatakan pemberian hibah kepada pemerintah daerah itu ditujukan untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam memberikan pelayanan di sektor sanitasi.

“Pembangunan sanitasi yang baik akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk kesehatan diri dan memperbaiki lingkungan,” katanya. (ant/BJ)