Home Hiburan Susur Sikopyah, Petualangan Wisata Mencintai Lingkungan

Susur Sikopyah, Petualangan Wisata Mencintai Lingkungan

20
0
Susur Sikopyah, Petualangan Wisata Mencintai Lingkungan
            Purbalingga, 25/9 (BeritaJateng.net)  – Penasaran ingin tahu sumber mata air Si Kopyah yantg menghidupi ribuan warga Pubalingga? Anda kini bisa melihatnya secara langsung sembari menikmati wisata petualangannya menuju lokasi mata air yang berada di Dusun III Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.
            Untuk mencapai mata air itu, pengelola wisata Pudang Mas sengaja menawarkan petualangan yang sedikit menantang. Dari lokasi Pudang Mas di wilayah Dukuh Kaliurip di Desa Serang, bisa dijangkau sekitar 25 – 30 menit tergantung kemampuan fisik. Bagi warga setempat, yang sudah terbiasa dengan lingkungan pegunungan, mereka hanya menjangkau lokasi itu dalam waktu 15 menit.
            Ketika rombongan dari Dinas Kominfo Purbalingga mencoba treking itu, pemandu meminta agar sepanjang perjalanan tetap hati-hati dan tidak merusak tanaman sekitar. Jalur yang dilewati mulai dari jalan setapak yang ditepinya tedapat jurang sungai berbatu, hingga masuk kedalam sungai berbatu serta harus melintasi batu yang cukup tinggi.
                “Jalannya harus melewati sungai berbatu  dan pepohonan yang lebat. Hutannya masih alami dan ada kera yang tinggal di sekitar hutan itu,” pesan Nurkholis (43) dan Untung (40), pengelola Pudang Mas sekaligus pemandu wisata susur Sikopyah, sebelum rombongan melanjutkan perjalanan.
Menyusuri mata air Sikopyah melalui jalur berbeda yang menantang.
Menyusuri mata air Sikopyah melalui jalur berbeda yang menantang.

Meski seperti memasuki hutan yang penuh pepohonan, ada rasa menyenangkan sepanjang perjalanan. Kita bisa menikmati indahnya ciptaan Tuhan yang masih alami. Jalur itu hampir tidak pernah dilewati orang. Warga setempat atau petuas dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang  rutin mengecek sumber mata air Sikopyah, melewati jalan setapak yang menempuh jarak sekitar 2 kilometer.

               Rasa capai tak dihiraukan, justru ada rasa petualangan yang menyenangkan. Kita bisa menyusuri sungai penuh bebatuan, harus melintasi batu-batu besar yang sulit untuk berpegangan, dan sesekali melihat kera yang masih bergelantungan. “Pokoknya asyik sekali. Ini wisata yang menantang dan menyenangkan,” ujar Hardiyanto, karyawan Dinas Kominfo yang mengikuti wisata petualangan itu.
                Hardi mengungkapkan, medannya memang lumayan sulit, untuk melewati batu besar, kita harus kompak dan saling menolong. Sesekali perlu bantuan uluran tangan teman untuk memegang agar tidak terjatuh dan terpeleset ke bebatuan. Di sepanjang perjalanan itu juga masih dijumpai bunga terompet berwarna kuning yang indah dipandang. “Ternyata luar biasa keindahan alam di sepanjang jalur menuju mata air Sikopyah yang tidak biasanya ini,” kata Hardi.
  Minum air langsung di mata air Sikopyah, konon membawa berkah keselamatan.
Minum air langsung di mata air Sikopyah, konon membawa berkah keselamatan.
                   Kepala Bidang Humas dan Informasi Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfo Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si yang juga mengikuti petualangan itu juga mengaku sangat kagum dengan keindahan alam yang masih perawan itu. Hutan dan tanaman disepanjang jalur itu dibiarkan apa adanya, warga tidak boleh menebang pepohonan atau tanaman disekitar mata air itu.
               “Wisata jelajah Sikopyah ini patut dikembangkan. Selain mengajak wisatawan untuk memahami arti pentingnya melestarikan lingkungan, juga diajak memahami upaya merawat sumber mata air yang berguna untuk kehidupan manusia,” kata Prayitno.
                Nurkholis, pengelola wisata Pudang mas mengungkapkan, wisata susur Sikopyah rencanya akan dibuka dalam waktu dekat ini. Harga pakt masih dihitung, dan yang jelas tejangkau. Pengelola  akan menyiapkan souvenir berupa tongkat rotan atau bambu untuk pegangan yang bisa dibawa pulang, air minum  dan makanan kecil. Jajanan itu bisa dinikmati sepanjang perjalanan atau  setelah sampai di mata air Sikpyah. “Pantangan selama mengikuti wisata susur Sikopyah, peserta dilarang merusak tanaman atau menebang pepohonan. Begitu juga setelah sampai di sumber mata air, wisatawan tidak boleh membuang sampah sembarangan,” kata Nukholis.
Wisata Susur Sikopyah
Wisata Susur Sikopyah

Nurkholis menambahkan, mata air Sikopyah, bisa langsung diminum. Airnya sangat jernih dan tidak berbau. “Kami juga pernah mengantar dua orang warga Papua ke mata air Sikopyah. Kami tidak tahu, darimana informasi itu diperoleh warga papua yang meminta untuk diantar.  Begitu sampai di sumber air, mereka meminumnya langsung dan membawa beberapa botol untuk dibawa pulang. Konon, mata air itu juga membawa berkah keselamatan bagi yang meminumnya, makanya setiap tahun digelar tradisi  upacara pengambilan air Sikopyah dan dikirab ke balai desa , serta airnya dibagikan untuk warga,” kata Nurkholis. (yit/el)