Home Headline Surat Edaran Panduan Kegiatan Tempat Ibadah Dikeluarkan Pemkot Semarang

Surat Edaran Panduan Kegiatan Tempat Ibadah Dikeluarkan Pemkot Semarang

271
Wali Kota Semarang mengecek tempat ibadah.

Semarang, 6/6 (BeritaJateng.net) – Terkait Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) tahap 2 akan berakhir pada tanggal 7 Juni 2020, Pemerintah Kota Semarang hingga saat ini belum mengeluarkan keputusan perpanjangan atau penghentiannya.

Namun di tengah penantian sebagian pihak terkait kebijakan selanjutnya yang akan diambil, Pemerintah Kota Semarang justru lebih dulu secara resmi mengeluarkan surat edaran tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada masa pandemi COVID-19.

Dalam surat edaran bernomor B/2209/451.1/VI/2020 yang ditandatangani Sekda Kota Semarang tanggal 5 Juni 2020 tersebut, Pemerintah Kota Semarang mendorong adanya aktifitas di tempat ibadah dengan standart kesehatan yang telah ditetapkan.

Secara detail, pengelola tempat ibadah diminta untuk dapat berkomunikasi aktif dengan Pemerintah Kota Semarang, untuk menginformasikan setiap aktifitas yang dilaksanakan, agar standart operasional kesehatan dapat benar – benar diterapkan selama aktifitas dilaksanakan.

Jamaah pun diminta untuk dapat mendukung terjaganya standart kesehatan dalam aktifitas yang diikuti, yaitu dengan membawa sendiri sarana kelengkapan ibadah seperti sajadah. Jarak aman antar jamaah selama mengikuti pelaksanaan kegiatan di tempat ibadah juga ditetapkan untuk dapat dijaga paling sedikit 1 meter.

Adapun untuk aktifitas di tempat ibadah yang didorong berjalan dengan ketetapan standart kesehatan tidak hanya terbatas pada kegiatan keagamaan rutin saja.

Untuk kegiatan lain seperti akad nikah, sholah jenazah, atau pengajian yang berpotensi melibatkan banyak orang, juga didorong agar dapat dilaksanakan dengan menjaga standart prosedur kesehatan.

Salah satunya, selama kegiatan tersebut berlangsung, diharapkan jumlah kehadiran dapat dibatasi untuk tidak lebih dari 20% kapasitas ruang. Selain itu waktu aktifitas juga diharapkan tidak dilangsungkan dengan waktu yang terlalu lama.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan melalui surat edaran yang dikeluarkan tersebut, pada intinya dia mengkonfirmasi bahwa tempat ibadah di Kota Semarang dapat beraktifitas dengan sejumlah standart prosedur kesehatan yang ditetapkan.

“Tentu saja kuncinya setelah ini adalah terjalinnya komunikasi aktif yang saling mendukung antara pengelola tempat ibadah dengan Pemerintah Kota Semarang untuk bersama – sama menekan penyebaran COVID-19,” tekan Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu.

“Konteksnya adalah saling menjaga untuk kebaikan semua, dimana COVID-19 saat ini masih menjadi isu utama yang harus kita sikapi bersama,” tambahnya. (El)