Home Headline Sungai Ciberang-Ciujung Lebak Berstatus Siaga Banjir

Sungai Ciberang-Ciujung Lebak Berstatus Siaga Banjir

image

Lebak, 3/1 (BeritaJateng.net) – Tinggi permukaan Sungai Ciberang-Ciujung, di Kabupaten Lebak, Banten mencapai tiga meter atau siaga II bencana banjir seiring dengan peningkatan curah hujan pada beberapa hari ini.

“Kami menetapkan siaga banjir karena ketinggian permukaan Sungai Ciberang-Ciujung mencapai 300 sentimeter dengan debit air 346 meter kubik per detik,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Sabtu.

Ia mengatakan, selama ini permukaan Sungai Ciberang-Ciujung belum stabil karena musim hujan.

Ketinggian permukaan Sungai Ciberang-Ciujung pada pagi hari terjadi kenaikan akibat curah hujan meningkat.

Namun, pada sore hari permukaan sungai berkurang. Karena itu, pihaknya tetap mewaspadai bencana banjir dan longsor.

Intensitas curah hujan ringan dan sedang berlangsung antara dua sampai lima jam.

“Dengan kewaspadaan ini tentu dapat mencegah korban jiwa jika terjadi bencana alam,” katanya.

Menurut dia, permukaan Sungai Ciberang-Ciujung bisa meluap apabila curah hujan meningkat di kawasan hulu.

Sebab kawasan hulu sungai itu berada di hutan lindung masyarakat Baduy dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

“Kami siaga penuh jika hujan itu melanda di kawasan hulu karena dipastikan Rangkasbitung diterjang banjir,” katanya.

Ia menyebutkan, sejak dua hari terakhir ini luapan Sungai Ciberang-Ciujung mulai meningkat, namun belum melanda banjir dan longsoran.

Curah hujan masih relatif normal, meskipun terjadi peningkatan selama beberapa hari terakhir.

“Kami mengingatkan warga agar tetap waspada banjir terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai yang jumlahnya mencapai ribuan orang,” ujarnya.

Ketua Koordinator Tagana Kabupaten Lebak, Aan Wiguna mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta waspada jika hujan pada malam hari secara terus menerus.

Sebab jika banjir terjadi malam hari tentu menyulitkan para relawan untuk melakukan pertolongan dan evakuasi.

“Kami siaga di posko bencana alam untuk melayani warga jika terjadi bencana banjir dan longsor,” ujarnya. (Ant/BJ)