Home Headline Suheri Bunuh Korbannya Dengan Garpu

Suheri Bunuh Korbannya Dengan Garpu

Kentangan 5Semarang,8/2 (beritajateng.net)- Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang Senin (8/2), menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Rahmawati Sarwodadi alias Tan Tjoe Nio (86).

Rekonstruksi langsung dilakukan di rumah Jalan Kentangan Tengah RT 3 RW 5, Jagalan, Semarang Tengah.

Pantauan di lapangan, penyidik langsung menghadirkan tersangka Suheri alias Gong Tol (38) ke lokasi rekonstruksi. Puluhan warga berduyun-duyun datang ke rumah korban untuk melihat langsung jalannya rekonstruksi.

Jalannya rekonstruksi dikawal ketat petugas kepolisian baik yang berseragam lengkap maupun berpakaian preman. Selain itu, lokasi rekonstruksi juga dipasangi garis polisi.

Dalam rekonstruksi tersebut, Tersangka Suheri memperagakan 17 adegan secara urut satu persatu, mulai dari perencanaan hingga akhirnya Suheri menghabisinya nyawa korban.

Dalam adegan pertama, tersangka Suheri alias Gongtol (38) keluar dari rumahnya yang berada di gang depan rumah korban. Karena sendirian ia langsung mengajak pelaku Kim Hay (36) alias Teguh alias Pendek yang berada di dekat rumahnya. Mereka berdua kemudian merencanakan aksi memanjat genteng bagian belakang menggunakan batang kayu.

“Suheri yang manjat, sedangkann saya tunggu di Masjid,” kata Kim, Senin (9/2).

Dari rekonstruksi tersebut diketahui, pelaku membunuh korban dengan cukup sadis. Yakni dengan menusuk pipi korban dengan menggunakan garpu dan membekap wajah korban dengan menggunakan sweter. Aksi tersebut dilakukan karena pelaku ketakutan aksinya dipergoki korbansat mencuri uang Rp 40 juta.

“Saya memang ambil uang Rp 40 juta di atas kasur. Saya cuma dapat Rp 800 ribu,” kata Suheri.

Dalam aksi merampok itu langsung uang diberikan kepada Teguh. Namun, menurut pengakuan tersangka Teguh, dirinya hanya menerima uang sebesar Rp 500 ribu dari Suheri, kemudian Teguh tidak mengetahui di mana uang sisanya dibawa lari oleh Suheri.

“Saya yang pasti hanya terima dari Heri 500 ribu,” ujar Teguh.

Sementara keponakan Korban Milka (51) mengaku atas kejadian tewasnya saudaranya tersebut masih meninggalkan trauma.

Pihaknya berharap proses hukum diserahkan ke kepolisian  dan dihukum seberat-beratnya dan seadil-adilnya.

“Kami serahkan ke Pak Polisi dan Pak Jaksa saja. Supaya diproses dan dihukum seadil-adilnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ratnawati atau nenek Tjoe ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Kentangan Semarang Tengah, Semarang, Sabtu (27/12) pukul 06.30.

Saat ditemukan korban terkapar di dekat meja makan dengan wajah bersimbah darah. Pada saat itu, televisi di rumah korban juga masih menyala. Sementara kondisi rumah berantakan.(BJ04)