Home Headline Sugeng Triyanto Warga Semarang Jadi Korban Tragedi di Mina

Sugeng Triyanto Warga Semarang Jadi Korban Tragedi di Mina

660
Keluarga korban memperlihatkan foto terakhir korban jamaah haji di Mina.
Keluarga korban memperlihatkan foto terakhir korban jamaah haji di Mina.
Keluarga korban memperlihatkan foto terakhir korban jamaah haji di Mina.

Semarang, 26/9 (BeritaJateng.net) – Jamaah haji Sugeng Triyanto (57th) warga Rt 03/07 kelurahan Ngaliyan Semarang menjadi salah satu korban tragedi di Mina.

Meninggalnya Sugeng Triyanto (57th) tersebut dibenarkan oleh anaknya, yakni Aditya yang kebetulan ikut melangsungkan ibadah haji bersama keluarga besarnya yakni bapak, ibu, kakak dari ibu Sri Agustin.

Keluarga Sugeng Triyanto, Sri Prabandari, Aditya dan Sri Agustin berangkat haji melalui kloter 62 embarkasi Solo dan berangkat pada tanggal 12 September 2015, regu 3 kelompok VII.

Kabar meninggalnya Sugeng Triyanto di Mina tersebut, setelah Iriyanto Basuki warga Seteran no. 4 Semarang yang merupakan kakak kandung Sugeng Triyanto menghubungi Aditya anak korban yang ikut menunaikan ibadah haji.

Selanjutnya, Iriyanto Basuki menerangkan tentang kronologis kejadian meninggalnya Sugeng Triyanto.

Menurut Yudha Aditya Ryan Permana saat dihubungi menggunakan handphone, katanya kejadian terjadi saat akan melangsungkan lempar jumroh pada pukul 10 pagi waktu setempat. Saat itu rombongan kloter 62, regu 3 kelompok VII berjalan di Mina dan sedang berdesak-desakan, Sugeng Triyanto saat itu sedang mendorong kursi roda Aditya, yang kebetulan Aditya tak bisa berjalan harus menggunakan kursi roda.

“Papa saat itu mendorong saya, dan karena berdesak-desakan dengan yang lainya, lalu papa jatuh dan terinjak-injak jamah lainya. Saya saat itu terlepas dengan papa, dan ternyata mama juga sudah tidak ada terlepas juga dengan rombongan lainya,” kata Aditya saat dihubungi melalui Telepon oleh Iriyanto Basuki.

Setelah terjadi injak-injak tersebut, lanjut Yudha Aditya, saya melihat sendiri kondisi papa sudah meninggal, dan saya langsung menghampiri dan menutup muka papa dengan kain ikhram papa. “Lalu kemudian saya diamankan oleh pihak pengamanan setempat,” tutur Yudha Aditya.

Dan ibu terpisah saat berada di jalur Mina, dan hingga saat ini masih hilang dan belum diketemukan. Dan pihak keluarga masih menunggu kabar kembali melalui media dan Yudha Aditya di Saudi Arabia.(BJ06)

Advertisements