Home Headline Sudirman Said Prihatin LIK Tidak Terurus

Sudirman Said Prihatin LIK Tidak Terurus

1768
0

SEMARANG, 11/4 (beritajateng.net) – Memprihatinkan. Begitu kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi Lingkungan Industri Kecil (LIK) Bugangan Baru Kaligawe Semarang. Wilayah yang menampung ratusan pengusaha tersebut tak terurus dan kondisi infrastrukturnya parah.

Terletak di Kelurahan Muktiharjo Lor, Kawasan tersebut masuk dalam Genuk Bagian Wilayah Kota (BWK) IV yang ditetapkan sebagai zona industri dengan kisaran luas 100 ha.

Ketua Himpunan Pengusaha LIK, Andreas menjelaskan bahwa di Lingkungan Industri Kecil ini terdapat sekitar 2000 bangunan dengan 400 pengusaha dan 20.000 pekerja.

“PBB setahun Rp 18 miliar. Itu belum termasuk pajak yang lain, pajak usaha pajak penghasilan misalnya yang jika ditotal mencapai puluhan bahkan ratusan miliar,” katanya saat berbincang antara calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said dengan pengusaha kecil dan menengah LIK, Selasa (10/4).

Namun besarnya perputaran uang dan lapangan usaha di LIK, tidak sebanding dengan kondisi wilayah. Dari infrastruktur, management sampai dukungan moral dari pemerintah sangat rendah.

“Selama 14 tahun terakhir semakin ke sini bukan semakin baik, justru semakin buruk. Padahal kami mentaati peraturan pajak. Tapi tak pernah diperhatikan,” katanya di hadapan puluhan rekannya dari pengusaha vulkanisir ban, mainan anak, sampai perajin tempe.

Andreas menjelaskan, ketidakjelasan pengembang juga menjadi hal yang membingungkan. Mestinya pemerintah bisa mendorong. Karena hal ini menurut Andreas yang menjadikan persoalan tanpa buntut.

“Keadilan tidak menjamah daerah kami berusaha. Kami patuh pada peraturan dan pajak, kami juga tidak pernah menentang.

Sementara itu, calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said mengaku tidak habis pikir terhadap dunia industri di Indonesia, Jawa Tengah khususnya.

“Kadang saya tidak paham, di satu sisi pemerintah meneriakkan investasi, membuka kawasan industri. Tapi di sisi lain tempat seperti ini justru dibiarkan hancur,” tandasnya.

Usai pertemuan dengan pengusaha LIK, pasangan Ida Fauziah tersebut melanjutkan berkeliling kawasan. Melihat pekerja, yang didominasi perempuan gigih bekerja di tengah jalan yang hancur dan genangan rob.

“Kita ngoyoworo membuka tempat baru, tapi yang di depan mata rusak tidak diperhatikan,” kata calon gubernur nomor urut dua tersebut.

Saya berpikir begini, kata Pak Dirman, justru yang lingkungan seperti ini yang perlu dihidupkan lebih besar lagi. Masak iya, pemerintah tidak mampu memperbaiki kawasan atau jalan di sini?

“Saya bermimpi mendorong ini menjadi kawasan yang harus dihidupkan kembali. Karena ada pabrik, gudang dan industri kecil,” katanya.

Pak Dirman menegaskan memegang komitmen untuk mendahulukan apa-apa yang sudah berjalan demi kepentingan masyarakat. Yang ada didorong untuk berkembang, bukan malah perlahan dibunuh dan membuka yang lain.

“Tidak masuk akal kawasan LIK itu tidak terurus. Kita bersaksi bersama, insyaallah tempat seperti ini kita prioritaskan, seperti yang terjadi di Barito kemarin,” tandasnya.

Namun demikian Pak Dirman mengatakan perlu mengecek, apakah ini kewenangan Pemkot atau Pemprov. Meski menurutnya pasti ada jalan keluar.

“Masukan kepada pengusaha, perkuat organisasi pengusaha di sini. Membuat kepengurusan lebih mapan, dan itu nanti yang didorong untuk melakukan upaya-upaya yang riil. Nanti dilanjutkan dengan sering diskusi dengan pemerintah,” tandasnya.

(NK)