Sudah 3 Bulan Sumur Kering, Jariyatun Tiap Hari Harus Beli Air Hingga Rp. 50ribu

Sudah 3 Bulan Sumur Kering, Jariyatun Tiap Hari Harus Beli Air Hingga Rp. 50ribu
             Semarang, 8/9 (BeritaJateng.net) – Jariyatun (48) hanya bisa pasrah dengan kondisi air dilingkungannya, akibat sumur kering, seriap hari ia bersama 300 warga desa Deliksari, Gunungpati, Semarang ini harus rela membeli air bersih.
                “Tiap tahun kalau musim kemarau sumurnya kering, makanya warga harus membeli air untuk mencukupi kebituhan sehari-hari,” kata Jariyatun, warga Rt 02 Rw 6, Deliksari, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
              Tak tanggung-tanggung, setiap harinya ia harus merogoh kocek hingga Rp 50ribu untuk membeli air bersih.
                “Biasanya ada yang jual air, satu jerigennya sekitar Rp. 8ribu  paling tidak kami butuh 6 sampai 7 jerigen air untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.
               Sebenarnya, lanjut Jariyatun, 3 kilometer dari Desa Deliksari terdapat mata air yang biasa disebut Sendang Gayam. Sendang Gayam memiliki air berlimpah yang sering dimanfaatkan warga untuk dijual ke daerah-daerah kekeringan. 
 
                  “Di Sendang Gayam itu airnya melimpah, sayangnya lokasinya jauh dan kondisi jalannya naik turun. Sehingga warga enggan jika harus bolak-balik mengambil air disana,” imbuhnya. 
                  Hal yang sama juga diutarakan Siami (46), menurutnya, sudah 30 tahun desa Deliksari selalu bermasalah dengan air bersih saat musim kemarau. “Mulai musim kemarau sumur kering, tandon air dari mata air Sendang Gayam juga minim. Bahkan di sumur-sumur yang masih ada airnya, warga harus rela antri hingga berjam-jam jika ingin mengambil air,” imbuhnya.
                Mendengar keluhan warga Deliksari, Pemkot Semarang mulai memasok air bersih dan menyambung pipa PDAM serta mengakomodir warga agar mau berlangganan PDAM. (EL)

Tulis Komentar Pertama