Home Kesehatan Stok Darah Aman, Meski Kasus Demam Berdarah Tinggi

Stok Darah Aman, Meski Kasus Demam Berdarah Tinggi

810

Semarang, 22/9 (BeritaJateng.net) – Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kantong darah setiap bulannnya. Meski kebutuhan darah cukup fluktuatif tergantung bulan-bulan dengan angka kejadian yang tinggi terhadap penyakit tertentu, Direktur UDD PMI Kota Semarang dr Rini Astuti, MM menyatakan tidak mengalami kekurangan persediaan kantong darah jenis apapun.

“Misalnya saat merebak penyakit demam berdarah, pasti kebutuhan meningkat terutama permintaan darah trombosit yang mencapai 10% dari biasanya. Secara umum stok tercukupi,” ujarnya.

Rini menjelaskan, permintaan kantong darah jenis komponen trombosit rata-rata biasanya 50 sampai 57 kantong perharinya. Karena kasus demam berdarah tinggi seperti sekarang ini musim hujan, Rini mengatakan, permintaan meningkat menjadi 100 hingga 125 kantong perharinya.

“Stok kami dalam satu hari ada 350 kantong, terdiri dari berbagai jenis komponen darah. Untuk trombosit, kami punya 1/3 atau 100 hingga 150 kantong. Jadi aman, masih ada 125 kantong,” jelasnya.

Rini menambahkan, dalam satu bulan jumlah permintaan mencapai 11 ribu lebih kantong darah. Sedangkan persediaan di UDD PMI Kota Semarang mencapai 15 ribu kantong tiap bulannya. Selain melayani permintaan darah dari rumah sakit di Kota Semarang, kata dia, pihaknya juga melayani permintaan kantong darah dari rumah sakit luar Kota Semarang seperti dari rumah sakit Kendal, Kabupaten Semarang, Grobogan, Kudus, Tegal, Salatiga dan rumah sakit kota lainnya.

Untuk mengatisipasi kekurangan stok kantong darah, Rini mengatakan, setiap keluarga pasien yang membutuhkan kantong darah biasanya juga dihimbau untuk mendonor. Meski, tidak semua orang memang bisa mendonor darahnya. Selain itu, pihaknya juga menggelar donor darah di dalam kantor UDD, mendatangi sejumlah instansi, sekolah, tempat ibadah dan juga buka stand donor darah di acara car free day tiap hari minggu di Simpang Lima.

“Kami terus lakukan upaya jemput bola bila terjadi defisit kantong darah karena permintaan meningkat. Harapannya dari kami akan semakin banyak masyarakat yang berkenan untuk mendonorkan darahnya,” pungkasnya. (Bj05)

Comments are closed.