Home Ekbis Stok Daging di Kota Semarang Dipastikan Aman

Stok Daging di Kota Semarang Dipastikan Aman

288
Stok Daging di Kota Semarang Aman

Semarang, 19/5 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) daging Minggu (19/05/2019) dinihari tadi  memastikan jika stok untuk memenuhi kebutuhan daging menjelang hingga lebaran aman.

“Stok Aman karena kami punya Rumah Pemotongan Hewan dan beberapa daging yang masuk umumnya dan kebanyakan, mayoritas dari Ampel, Kabupaten Boyolali,” tegas Hendi disela-sela sidak daging di Klinik Kesehatan Hewan, Kecamatan Gayamsari dan RPH Penggaron.

Hendi menjelaskan, untuk harga daging saat ini di pasaran masih stabil antara Rp 110 ribu sampai Rp 120 ribu tergantung kualitasnya.

“Daging di pasaran harganya antara Rp 110 ribu sampai Rp 120 ribu, tergantung kualitas daging dan pengecernya. Tapi kalau di tingkat pedagang-pedagang besar mereka jual rata-rata Rp 95 ribu. Jadi ada margin (keuntungan yang diambil pedagang eceran) antara Rp 15 ribu yang diambil oleh para pengecer,” jelasnya.

Untuk memastikan stok kebutuhan daging di Kota Semarang sebanyak 11 ton per harinya aman dan higienis, Hendi membeberkan pihaknya melalui Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang setiap hari melakukan pengecekan.

“Makanya teman-teman Dinas Pertanian setiap hari melakukan pengecekan di Klinik Hewan Dinas Pertanian ini untuk memastikan tidak ada daging glonggongan yang masuk dengan melihat kadar airnya. Jangan sampai kadar air atau PH diatas 80 supaya daging aman dikonsumsi masyarakat di Kota Semarang,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dispertan Kota Semarang Rusdiana mengungkapkan dari kebutuhan daging dan stok sebanyak 11 ton setiap hari di Kota Semarang menjelang lebaran ini, pihaknya sudah mengantisipasi kenaikan kebutuhan.

“Kebutuhan daging di Kota Semarang, dalam sehari 10 sampai 11 ton sebelum lebaran. Nanti menjelang H-5 sudah naik 200 persen dan H-2 sudah 400 persen, jadi empat kali lipat. Termasuk yang di RPH yang biasanya 25 sampai 30 ton akan naik bisa sampai 100 ton lebih dan yang masuk biasanya (bertambah) dua sampai tiga colt per harinya ke Kota Semarang,” ungkapnya.

Rosdiana menjamin jika saat bulan ramdhan hingga menjelang sampai lebaran nanti stok kebutuhan daging terpenuhi.

Selain stok dari RPH Penggaron, pihaknya juga mendapatkan pasokan dari sejumlah daerah dari luar Kota Semarang yaitu dari Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga.

“Stok mencukupi ditambah dengan daging yang masuk dari luar itu tadi. Dari RPH 4 sampai 5 ton dan dari luar 5 sampai 6 ton sehingga 11 ton kebutuhan terpenuhi per harinya. Termasuk sudah mengantisipasi naiknya kebutuhan saat lebaran nanti,” pungkas Hendi. (El)