Home News Update Staf Pasca Sarjana UNS Hilang Sejak November 2015 Diduga Ikut Aliran Gafatar

Staf Pasca Sarjana UNS Hilang Sejak November 2015 Diduga Ikut Aliran Gafatar

696

KARANGANYAR, 13/1 (BeritaJateng.net) – Salah satu warga Karanganyar, Joni Catur Prasetyo (42) yang beralamat di Papahan Rt 2/3 Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah dilaporkan pihak keluarganya telah hilang sejak 16 November 2015 lalu dengan membawa putranya bernama Rizal Bramuhtadi (7) yang kala itu dalam keadaan sakit.  

Saat ini Joni Catur Prasetyo (42) tercatat sebagai staf di Program Pasca Sarjana, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah.  

Keluarga meyakini kepergian Joni ada kaitannya dengan Gafatar. Karena sebelumnya Joni merupakan anggota 
Al-Qiyadah Al-Islamiyah pimpinan 
Anwar Musadeq yang kemudian belakangan hari dikabarkan berubah menjadi Gafatar. 

Hal tersebut diungkapkan oleh 
Ibu Kandung Joni Catur Prasetyo, Suginem (73) mengaku yang sangat sedih atas kepergian Joni dengan anaknya yang masih kecil. 

“Anak Joni yang kedua masih bayi. Istrinya baru melahirkan dua minggu saat pergi. Namun sebelum pergi semua tanggung jawab sudah di jangkepi (dipenuhi), sepasaran, hingga aqiqah, jelas Suginem kepada beritajateng.net, Selasa (12/1/2016) malam. 

Saat itu Joni yang bolak-balik ke rumah istrinya di Salatiga pagi itu (16/12/2015) tiba dari Salatiga bersama anak pertamanya Rizal untuk mengantarkan mobil ke rumah orang tua Joni di Papahan Karanganyar. 

Usai mengantarkan mobil, Joni mengaku kepada ibunya akan membelikan minuman buat anaknya sekalian berangkat ke kantornya di UNS sambil mengajak Rizal. Keduanya hanya berjalan kaki saat keluar dari rumah. 

“Ibu nggak punya kepikiran apa-apa 
saat itu. Pas dateng juga saya tanya kok ora nganggo sragam le (kenapa tidak pakai sragam. Jawabnya nanti saja ganti di kantor,” lanjut Suginem.

Selang beberapa waktu Sofi istri Joni telepon, menanyakan Joni dan berpesan agar anaknya jangan diajak keluar karena sakit. Suginem kemudian mengejar Joni namun sudah tidak ada di luar. 

“Kemudian saya telepon tanya di mana katanya mau ke kantor, saya tanya Rizal bagaimana, kalo repit di titipin temannya di kantor,” lanjut Suginem.  

Namun itulah pertemuan terakhir Suginem dengan anak dan cucunya yang hilang entah kemana. Setelah ditunggu sekian lama tidak ada kejelasan kabarnya akhirnya keluarga meporkan Joni ke Polres Karanganyar sebagai orang hilang. 

Namun pikiran itu berubah saat Sofi telepon dan mengatakan Joni dan Rizal masih di Indpnesia dan dalam keadaan sehat. Joni dalam teleponnya juga meminta istrinya mengabarkan pada orang tuanya dirinya baik-baik saja. Setelah itu kontak terputus dan sulit di hubungi. 

Setelah mendengar keterangan istri Joni, keluarga yakin Joni kem bali aktif di Gafatar. Padahal sebelumnya Joni sudah tobat. Dia mengumpamakan jika naik bus dia sudah turun. 

“Aku wis sadar bu. Yen wong numpak bus kui aku wis mudhun bu,” terang Sugiyem. 

Senada dengan Sugiyem, kakak Ipar Joni, Ahmad Nahro’i juga membenarkan dulu Joni ikut Al-Qiyadah Al-Islamiyah kemudian dibubarkan. Kemudian ikut Gafatar, namun menurut pengakuan Joni juga sudah keluar. Dibuktikan dengan membakar semua buku, atribut baik kaos, jaket. Dan disaksikan ibunya. 

“Namun siapa sangka ternyata dia kembali aktif di organisasi tersebut. Sampai akhirnya pergi tanpa pesan,” pungkas  Ahmad Nahro’I. (BJ24)