Home Headline Sri Puryono Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNDIP

Sri Puryono Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNDIP

456
Sri Puryono Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNDIP

Semarang, 21/11 (BeritaJateng.net) – Universitas Diponegoro kini menambah Guru Besar yang ke 23, yakni Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS.,M.P yang merupakan Sekretaris Daerah Pemprov Jateng.

Setelah puluhan tahun mengabdikan diri di Pemerintahan, Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS.,M.P tetap haus ilmu dan pendidikan hingga memperoleh gelar Profesor dan siap dikukuhkan sebagai Guru Besar dosen tidak tetap di bidang Ilmu Manajemen Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang.

Pengukuhan guru besar rencananya dilaksanakan pada Jumat 22 November 2019 mendatang, dengan menggelar pidato dalam bidang manajemen lingkungan.

“Pendekatan ekoregion dalam pengelolaan lingkungan pesisir secara terpadu ini merupakan materi yang akan saya bahas saat pengukuhan nanti, karena topik ini sangat perlu diperhatikan dan masih banyak pemberitaan daerah pesisir ini masih sangat kurang. Saya kebetulan S3 adalah penelitian kawasan pesisir dan tentunya saya akan lanjutkan,” ungkap Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS.,M.P saat menggelar presconference di gedung Rektorat Universitas Diponegoro Semarang.

Lanjutnya, dirinya melihat data dan fakta realita kepedulian terhadap pesisir masih sangat begitu kurang, dengan materi pidato ekoregion tersebut merupakan pendekatan ke wilayah yang berbasis ekosistem, yang mana setiap pesisir seharusnya ada integrasi hulu hilir dan matra darat hingga matra perairan agar tidak terganggu sistem ekologisnya.

“Banyak sekali kasus-kasus kehidupan pesisir seperti Reklamasi, Pencemaran, dan bentuk lainya. Jadi bila kita menginginkan lestari kedepan, sistemable pembangunan berkelanjutan perlu, pembangunan ekonomi, sosial dan ekologi ketiganya tidak boleh ditinggalkan. Nanti ini semua akan saya paparkan dalam pidato esok,” terangnya.

Menurutnya, pesisir saat ini bisa dibilang kritis tak hanya di Jateng saja, namun sepanjang pantai utara mengalami keprihatinan. Dengan begitu saat ini penanaman mangrove pun masih belum mencapai maksimal untuk menanggulangi hal ini, maka sistem ekologis yang tepat sangat diperlukan. (Ak/El)