Home Headline Spot Selfi Kampung Kurcaci Ditambah untuk Sambut Libur Lebaran

Spot Selfi Kampung Kurcaci Ditambah untuk Sambut Libur Lebaran

133
0
Petugas dari Dinporapar Purbalingga melakukan pembinaan dan pengecekan lapangan di Kampung Kurcaci, Desa Serang, kecamatan Karangreja.
            Purbalingga, 27/5 (BeritaJateng.net) –  Menyambut libur lebaran 2018, daya tarik wisata Kampung Kurcaci di Desa wisata Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, terus berbenah. Pembenahan dilakukan dengan menambah spot selfi baru seperti rumah hobbit, rumah pohon dan tempat istirahat di berbagai sudut di bawah rindangnya hutan damar. Daya tarik wisata ini akan semakin memanjakan wisatawan yang hendak berlibur di kaki Gunung Slamet ini.
            Pengelola Kampung Kurcaci, Hendy Permana mengungkapkan, pembenahan yang dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para wisatawan yang menikmati sejuknya udara di Kampung Kurcaci. Pembenahan itu meliputi jembatan bambu menuju lokasi wisata, penambahan rumah hobbit atau rumah Kurcaci satu buah sehingga menjadi tiga buah, kemudian pembuatan rumah pohon untuk spot foto, penambahan gasebo di beberapa sudut dibawah rerimbunan pohon dan berbagai fasilitas lainnya. Ada juga wahana interaksi dengan kelinci. Wisatawan yang ingin berfoto dengan baju kurcaci, juga disediakan oleh pengelola. Tiket masuk selama libur lebaran Rp 10 ribu.
            “Berdasar pengalaman kunjungan wisatawan, rata-rata banyak yang berlama-lama di Kampung Kurcaci sembari menikmati udara yang segar dan suasana yang santai, oleh karenanya kami menyiapkan gasebo tempat duduk sebanyak mungkin. Setiap gasebo bisa untuk bercengkerama 8 – 10 orang. Jadi, wisatawan bisa berlama-lama di tempat kami sembari menikmati minuman hangat Wedang Wijun atau jajanan hangat lainnya,” ujar Hendy permana, Sabtu (26/5).
Daya tarik wisata Kampung Kurcaci di Desa wisata Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Pembenahan lain juga dilakukan untuk penataan tempat parkir kendaraan roda empat dan roda dua. Pada libur lebaran tahun lalu, jumlah kendaraan yang parkir melebihi yang diperkirakan. Rata-rata setiap mobil yang berkunjung bisa satu hingga dua jam, bahkan ada yang sampai tiga jam. Akibatnya parkir semakin menumpuk. “Untuk mengantisipasi membludaknya wisatawan, maka kami siapkan parkir di sisi mesjid, dan di beberapa kantong parkir di halaman rumah milik warga,” kata Hendy.

            Hendy menambahkan, mengunjungi Kampung Kurcaci sebenarnya tidak hanya cukup berfoto selfi saja, namun banyak yang bisa dilakukan. Bisa treking ke curug Lawang yang bisa ditempuh sekitar 15 menit. Bisa juga melakukan aktivitas outbound yang disediakan oleh pengelola, atau camping. “Seperti konsep awal destinasi wisata kami yakni sekolah alam Kampung Kurcaci, kami ingin mengajak wisatawan, atau anak-anak yang berkunjung untuk menikmati dan belajar melestarikan alam,” tambah Hendy.
            Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas pemuda Olah Raga dan pariwisata Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, menjelang libur lebaran ini pihaknya mendorong para pengelola destinasi wisata dan pengelola desa wisata untuk menambah wahana baru atau melakukan pembenahan guna meningkatkan kenyamanan wisatawan.  “Dinporapar terus memantau penyiapan berbagai destinasi wisata, baik yang dikelola dinas, swasta maupun pengelola desa wisata untuk memastikan pada saat libur lebaran mendatang, mereka siap menerima kunjungan dan wisatawan dibuat senyaman mungkin,” kata Prayitno.
            Prayitno menambahkan, dengan struktur hari libur lebaran dan cuti bersama bulan depan, diperkirakan wisatawan akan mulai berkunjung ke tempat wisata mulai tanggal 16  hingga 23 Juni.  Puncak kunjungan wisatawan ke lokasi daya tarik wisata diperkirakan tanggal 17 – 18 Juni 2018.
            “Dengan melihat angka kunjungan wisatawan selama libur lebaran tahun 2016 dan 2017 lalu, diperkirakan wisatawan yang berkunjung ke Purbalingga selama libur satu pekan lebaran bisa mencapai 400 ribu orang, bahkan kemungkinan akan meningkat seiring dengan wahana baru Golaga dan beberapa destinasi di kaki Gunung Slamet, serta desa-desa wisata,” tambah Prayitno. (yit/El)