Home Hukum dan Kriminal SPKT Polrestabes Semarang Atur Seragamisasi untuk Rangkul Masyarakat

SPKT Polrestabes Semarang Atur Seragamisasi untuk Rangkul Masyarakat

Semarang, 28/11 (BeritaJateng.net) – Untuk mengurangi kesan rasa takut masyarakat terhadap anggota polisi, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang melakukan beberapa pembenahan, salah satunya mengenai seragam yang dipakai anggota selama hari aktif.

“Selama hari aktif, petugas kami sekarang berseragam sipil. Hari Senin dan Kamis berseragam hitam-putih. Untuk hari Rabu dan Jumat mengenakan batik. Lalu pada hari Selasa mengenakan kemeja lengan pendek, sedangkan hari Sabtu dan Minggu berseragam dinas lengkap,” kata Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, AKP Baihaqi, Sabtu (28/11).

Dikatakannya, petugas SPKT yang mempunyai tugas bersentuhan langsung dengan masyarakat sudah semestinya lebih humanis.

“Berdasarkan hasil evaluasi, masyarakat awam saat melihat anggota polisi yang berseragam dinas lengkap cenderung memiliki kesan takut,” ujarnya.

Kenyataan seperti itu sampai saat ini masih terjadi. Sehingga berdasarkan pertimbangan psikologis itulah, anggota kepolisian yang bertugas melakukan pelayanan terhadap masyarakat diberlakukan mengenakan seragam sipil secara terjadwal.

“Saat ini kami juga menambah dua petugas Polwan tambahan, untuk melayani jika ada pengaduan maupun pelaporan terkait masalah perempuan dan anak,” terangnya.

Selain itu, penataan ruangan yang ada di SPKT Polrestabes Semarang juga sengaja dibuat lebih bersih dengan dominan warna yang lembut atau kalem.

“Ini salah satu upaya agar pelayanan terhadap masyarakat maksimal. Tujuannya tidak lain agar kepolisian lebih memasyarakat, serta menghilangkan kesan bahwa kantor polisi itu angker,” tambahnya.

Lebih lanjut Baihaqi menyatakan berbagai pembenahan ini diharapkan agar anggota yang bertugas melayani masyarakat lebih maksimal. Meski demikian, masih diperlukan lagi ruangan khusus untuk kaum wanita yang menyusui.

“Memang untuk ruangan menyusui kami belum memiliki. Tapi untuk saat ini sudah disediakan ruangan meskipun sementara yang bisa difungsikan untuk menyusui,” pungkasnya. (Bjt02)