Home Headline SPAM Pudakpayung Segera Masuki Lelang, Pembangunan Dimulai Awal 2021

SPAM Pudakpayung Segera Masuki Lelang, Pembangunan Dimulai Awal 2021

Progres Proyek SPAM Semarang Barat Capai 16 Persen

Semarang, 17/8 (BeritaJateng.net) – Untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah Semarang bagian selatan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal akan membangun Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Pudakpayung Banyumanik (Pramuka) dengan kapasitas 100 liter/detik.

Menurut Dirut PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indarto, saat ini Detail Engineering Design (DED) proyek tersebut sudah selesai dan rencananya pembangunan konstruksi oleh pemerintah pusat akan dilakukan tahun depan.

“Sebenarnya kalau tidak ada pandemi Covid-19, SPAM Pudakpayung udah jalan. DED udah selesai dan pembangunan intake (penangkap air baku) juga udah jadi. Nanti akhir tahun 2020 akan dilelang dulu sehingga pembangunan fisik bisa di awal tahun 2021,” ungkapnya, Senin.

Ia membeberkan, sumber pendanaan pembangunan SPAM Pudakpayung dengan sistem kerjasama perbankan dengan total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp60 Miliar. Untuk SPAM ini, Yudi merinci, mendapat bantuan dari Bank Dunia sebesar Rp15 Miliar dan pinjaman dana dari bank sebesar Rp 45 Miliar.

“Bank Dunia menilai kinerja PDAM Tirta Moedal Kota Semarang itu baik. Tolak ukurnya dapat pinjaman dari bank, bukan dari penyertaan modal Pemkot Semarang, sehingga kita dapan bantaun dana. Mudah-mudahan dengan anggaran yang sudah tersedia, pembangunan SPAM ini segera terlaksana,” katanya.

Yudi menjelaskan nantinya tempat pengolahan air yang menjadi bagian dari IPA akan dibangun menggunakan struktur baja. Bendung akan dibuat di aliran air Kali Garang di dekat Jalan Pramuka, Kelurahan Pudakpayung.

Air bersih SPAM Pudakpayung akan mengaliri Semarang bagian selatan, seperti Banyumanik, Pudakpayung, dan sebagian Tembalang. Selama ini, warga di tiga daerah itu dialiri sumber dari IPA Kudu. Namun, karena kapasitas kurang memenuhi, harus dilakukan giliran air.

”SPAM Pudakpayung juga akan mengairi daerah Pedurungan, saat IPA Kudu mengalami masalah. Seperti kita tahu produksi IPA Kudu sering mengalami kendala, karena sumber air dari Waduk Klambu tidak lancar. Nanti kalau SPAM Pudakpayung selesai dibangun, maka bisa dialiri dari sini,” tambahnya.

Lebih lanjut Yudi Indarto menambahkan dengan dibangunnya SPAM Pudakpayung akan menambah area pelayanan kepada pelanggan. Saat ini PDAM Tirta Moedal baru memenuhi 62 persen kebutuhan air bersih di Kota Semarang.

“Adanya SPAM ini diharapkan menambah cakupan area sebesar 5% kemudian ditambah lagi nanti SPAM Semarang Barat dan SPAM Jatisari, sehingga nantinya dapat memenuhi 100 persen kebutuhan air bersih di Kota Semarang,” pungkasnya. (El)