Home Lintas Jateng Sosialisasi Hukum Lewat Cerdas Cermat

Sosialisasi Hukum Lewat Cerdas Cermat

image

Kendal, 10/12 (Beritajateng.net)– Guna menggugah minat masyarakat untuk mempelajari hukum berupa Undang-undang maupun Peraturan Daerah (Perda), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal melakukan lomba cerdas cermat keluarga sadar hukum (Kadarkum) di pendopo Kabupaten Kendal pada Rabu (10/12).

Lomba ini juga sebagai langkah sosialisasi kepada masyarakat mengenai produk hukum yang berlaku di Kendal. Kepala Sub Bagian Hukum dan HAM Setda Kabupaten Kendal, Abdul Basir, menuturkan lomba ini memiliki tiga tujuan utama.

Beberapa diantaranya untuk menggugah minat masyarakat untuk mau mempelajari dan menerapkan hukum, sosialisasi produk hukum, serta meningkatkan kesadaran hukum.“Selama ini banyak yang tinggal di Indonesia khususnya di Kabupaten Kendal namun tidak mengerti produk hukum yang berlaku. Sehingga butuh sarana sosialisasi yang gencar dan ini salah satu bentuknya,” ujarnya.

Menurutnya dengan mengerti dan memahami tentang hukum, diharapkan masyarakat menjadi sadar hukum dan menaati peraturan yang ada.Sosialisasi produk hukum yang dilakukan melalui media lomba cerdas cermat ini terdiri dari empat Undang-undang dan tiga Perda. Diantaranya UU Pornografi, UU Lalu Lintas, UU ITE, UU KIP, Perda Kebakaran, Perda AIDS, dan Perda Ketentraman dan Ketertiban (Tramtib).

”Produk hukum ini gencar kami sosialisasikan karena masih banyak warga yang belum memahami tentang batasan dan akibat yang akan diterima jika melakukan pelanggaran. Dengan sosialisasi ini kami harap warga masyarakat dapat memahami tentang batasan dalam berkewarganegaraan,” kata Basir.

Peserta dari lomba tersebut merupakan perwakilan dari 20 Kecamatan di Kabupaten Kendal. Setiap Kecamatan diwakili dari desa-desa di wilayahnya masing-masing.

”Peserta lomba berasal dari desa yang sudah dibentuk menjadi desa kadarkum. Sehingga mereka sudah sedikit memahami karena mendapat pemahaman dari kecamatan masing-masing dalam pembentukan desa kadarkum. Sampai saat ini 70 persen desa sudah menjadi desa kadarkum,” pungkasnya.(DK/pj)

Advertisements