Home Headline Sopir Truk Penabrak Anggota Biddokes Polda Jateng Hingga tewas Diamankan di Bojonegoro

Sopir Truk Penabrak Anggota Biddokes Polda Jateng Hingga tewas Diamankan di Bojonegoro

1308
0
Sopir Truk Penabrak Anggota Biddokes Polda Jateng Hingga tewas Diamankan di Bojonegoro
        Semarang, 17/10 (BeritaJateng.net) – Aparat Kepolisian Kota Besar Semarang berhasil mengungkap kasus tabrak lari satu pekan lalu yang menewaskan anggota Bidokkes Polda Jateng, Brigadir Nur Rokhim (32)  di jalan raya pengaron/ semarang. Sopir truk yang merupakan pelaku tabrak lari berhasil diamankan di rumahnya di Bojonegoro, Jawa Timur.
        Dari pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan Pelaku tabrak lari diketahui bernama Supriadi (42) warga Dusun Kedungsari, Temayang, Bojonegoro.
        Pengungkapan kasus tabrak lari berawal dari rekaman cctv di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil rekaman cctv, truk bernomor polisi S 8241 UB, yang di kemudikan Supriyadi bersenggolan dengan korban Brigadir Nur Rochim, usai mengantarkan bawang di relokasi pasar johar.
       Saat melintas di Jalan Brigjen Sudiarto tepatnya depan giant atau central city mall. Akibatnya korban terjatuh dan tewas seketika di lokasi. Takut mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku kemudian melarikan diri
        “Ketika peristiwa terjadi, kendaraan yang bersenggolan dengan korban lari ke daerah asalnya, Bojonegoro,” Ungkap Kapolrestabe Semarang Kombes Pol. Abiyoso Seno Aji di Mapolrestabes Semarang, Selasa (16/10).
       Dari rekaman tersebut polisi melakukan penyelidikan dengan melacak jalur yang dilewati truk melalui rekaman cctv. Dari penyelidikan tersebut polisi berhasil mengetahui keberadaan sang sopir. Pelaku diamankan di rumahnya di Bojonegoro. “Rekaman CCTV kita tarik lokasi, tarik mundur ternyata truk dari relokasi pasar Johar,” tambahnya.
        Selain mengamankan sopir truk, Polisi juga memeriksa dua saksi yaitu pasangan suami istri Munahar dan Suntiah yang tidak lain adalah pemilik truk, pada saat  kejadian juga berada di dalam truk.
        “Saya sudah tanya, Pri ada apa. Tidak ada apa-apa katanya. Ya saya perintah jalan terus. Saya tidak tahu karena sedang tidur, tapi kerasa. Bapak (suami) juga tidur,” kata Sutinah.
        Kepolisian menyayangkan Supriyadi kabur bukannya berhenti saat kejadian. Kini ia dijerat pasal 310 ayat (4) dan atau pasal 312 UU RI no.22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan dengan hukuman maksimal 3 tahun dan denda paling banyak Rp 75 juta. (Nh/El)