Home Headline Sopir Biadab, Cabuli Puluhan Anak

Sopir Biadab, Cabuli Puluhan Anak

Tersangka diminta petugas.

Tersangka diminta petugas.

Jepara, 3/2 (BeritaJateng.net) –  Diduga memiliki kelainan seksual, Nur Wakhid (41), sopir truk muatan kayu warga Desa Langon Kecamatan Tahunan Jepara melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan anak di bawah umur. Dengan iming-iming sejumlah uang, ia berhasil membujuk puluhan anak untuk memuaskan nafsu birahinya.

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB) Jepara
memiliki catatan tersendiri atas kasus pelecehan seksual terhadap anak yang dilakukan Nur Wachid beberapa waktu lalu.

Meski dalam berkas kasus tersangka hanya tertulis sekitar 25 anak yang menjadi korban pencabulan, BP2KB mencatat, korban cabul yang dilakukan tersangka mencapai 50 anak.

Kepala Sub Bagian Perlindungan Anak pada BP2KB, Muji Susanto menyatakan data tersebut diketahui dari hasil
penelusuran yang telah dilakukan beberapa hari setelah adanya kasus
tersebut. Pihaknya juga mengaku mendapatkan bantuan dari beberapa
pihak untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

“Korbannya banyak, di atas 25 anak. Dalam catatan kami ada 50 anak.
Data tersebut ada di kami detail, lengkap by name,” ujar Muji, Selasa.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak-PPA Polres Jepara, Aiptu Susilo menjelaskan, modus yang digunakan pelaku adalah dengan memberikan sejumlah uang kepada anak.

Setelah anak berhasil dibujuk, pelaku meminta agar anak melayani kebutuhan seksualnya dengan tangan dan mulut mereka. Pelaku mengaku hanya melakukan tindakan bejatnya di rumahnya sendiri.

“Anak yang telah berhasil dibujuk, kemudian memberi tahu teman-temannya. Banyak teman-teman korban yang tertarik sehingga datang ke rumah pelaku, sesuai dengan permintaan pelaku. Korban diberi uang antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu,” terang Susilo.

Perbuatan cabul tersebut, lanjut Susilo, dilakukan pelaku berulang kali sejak 2012. Diduga, perbuatan dilakukan lebih dari 25 kali. Sebab dimungkinkan satu korban dilecehkan lebih dari satu kali.

“Tetangga sekitar sebelumnya tidak curiga, karena memang anak-anak di sekitar biasa bermain di rumah pelaku. Selain itu, karena sama-sama berjenis kelamin laki-laki, tidak ada kecurigaan dan kekhawatiran dari para orang tua,” ujarnya.

Perilaku menyimpang pelaku diketahui pihak kepolisian setelah salah satu orang tua korban yang merupakan tetangga tersangka sendiri datang melapor.

Orang tua korban yang melapor tersebut awalnya curiga setelah membuka handphone anaknya. Ada pesan singkat dari pelaku yang isinya meminta agar anaknya dan akan diberikan sejumlah uang.

“Dari situ, orang tua korban curiga. Orang tua korban bertanya kepada anaknya. Setelah didesak, akhirnya si anak mengaku kalau sering diminta oleh pelaku pelakukan tindakan cabul,” imbuhnya.

Dari tindakan pelaku, kini pelaku mendekam di rumah tahanan Jepara. Ia dijerat dengan pasal 76 E Junto 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan ancaman kurungan minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun. (BJ18)