Home Lintas Jateng Sopir Angkot Minta Dishub Tindak Taxi Mangkal Tak Berizin

Sopir Angkot Minta Dishub Tindak Taxi Mangkal Tak Berizin

126
0
Junaedi, Ketua Paguyuban Sopir Angkot  Karanganyar minta Dishub Karanganyar Tindak Tegas pangkalan taxi tak berijin.

Karanganyar, 2/6 (BeritaJateng.net) – Dua tahun sudah permasalahan yang terjadi antara sopir angkot Karanganyar dengan sopir taxi asal Solo yang sering mangkal di depan Palur Plaza dan lapangan Jaten Karanganyar. Puncak kekesalan sopir angkot Karanganyar dilakukan dengan menggelar aksi mogok. Pasalnya sopir taxi ago sudah melanggar perjanjian yang sudah disepakati.

Permasalahan taksi Solo yang mangkal di depan Palur Plaza dan Jaten merupakan kasus lama. Bahkan sempat dibuat perjanjian yang intinya taksi dilarang mangkal di dua lokasi tersebut.

Junaidi, Ketua Paguyuban Sopir Angkuta Karanganyar menjelaskan dua tahun lalu ada kesepakatan antara sopir angkot Karanganyar dengan sopir taxi yang isinya taxi Solo tidak boleh mengambil penumpang dari Karanganyar. Hanya mengantar dan pulangnya tidak boleh menarik penumpang.

“Tapi kenyataanya mereka (sopir taxi) malah bikin panhkalan sendiri di Palur dan Jaten,” jelas Junaedi yang ditemui di Terminal Jungke Karanganyar, Kamis (2/5/2016)..

Junaidi menegaskan keberadaan taxi dari Solo membuat sopir angkot Karanganyar pendapatannya berkurang hingga 50 persennya.  Penumpang  terutama dari arah Surabaya, Jakarta, Sumatra, Bali yang turun di Palur sekarang lebih memilih naik taxi dibandingkan mencarter angkot.

“Saat ini angkot Karanganyar sudah tidak pernah mendapatkan carteran lagi. Biasanya menjelang puasa hingga usai lebaran saat panen bagi sopir angkot,” keluh Junaidi.

Selain itu taxi argo juga membanting harga. Penumpang jarak dekat juga diambil. Setelah mengantar penumpang tujuan Karanganyar saat akan kembali justru mengambil penumpang dari Karanganyar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Dishubkominfo Joko Mulyono mengungkapkan pihaknya juga rutin menggelar razia taxi mangkal di dua lokasi tersebut.

“Kita juga gelar operasi, terutama  siang hari, karena mengganggu operasional angkuta. Namun masih sebatas kami beri peringatan,” pungkas Joko.  (Bj24)