Home Lintas Jateng Soemarmo Sarankan Pemkot Bentuk Tim Pasca Kebakaran

Soemarmo Sarankan Pemkot Bentuk Tim Pasca Kebakaran

Soemarmo saat tinjau kebakaran mendengarkan keluh kesah warga
Soemarmo saat tinjau kebakaran mendengarkan keluh kesah warga
Soemarmo saat tinjau kebakaran mendengarkan keluh kesah warga

Semarang, 11/5 (BeritaJateng.net) – Pasca kebakaran yang terjadi di Pasar Johar Semarang, mantan orang nomor satu di Kota Semarang Soemarmo menyarankan pada pemerintah kota setempat segera membentuk tim untuk menangani Pasar Johar.

“Perlu adanya koordinasi muspida Kota Semarang, dengan Gubernur Jawa Tengah, dan pemerintah pusat untuk menangani Pasar Johar pascakebakaran,” kata Soemarmo, saat meninjau Pasar Johar Semarang.

Menurutnya, koordinasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat diperlukan untuk membantu memulihkan kegiatan perekonomian di pasar kebanggaan warga Kota Semarang itu.

Ia menjelaskan relokasi pedagang Pasar Johar perlu segera dilakukan karena tidak mungkin pedagang kembali menempati pasar tersebut dalam waktu dekat melihat kondisi pasar yang sudah hangus terbakar.

“Pemkot Semarang harus segera menyediakan tempat relokasi yang sekiranya mudah dijangkau oleh pembeli atau konsumen. Begini, sebentar lagi kan kita akan menghadapi bulan suci Ramadhan,” ungkapnya.

Menjelang momentum Ramadhan, kata dia, kebutuhan masyarakat meningkat sehingga kegiatan perdagangan di pasar akan menggeliat, namun para pedagang di Pasar Johar tentu berada dalam posisi sulit.

Makanya, ia mengingatkan langkah pemulihan pascakebakaran Pasar Johar harus cepat dilakukan, terutama memindahkan pedagang sementara ke tempat relokasi yang harus benar-benar dilakukan cermat.

Yang jelas, kata dia, hak-hak pedagang di Pasar Johar harus benar-benar dijamin, terutama dalam proses relokasi, salah satunya dengan melakukan koordinasi bersama ketua kelompok atau koordinator pedagang.

“Jangan sampai, nanti ada pedagang yang tercecer, tidak kebagian tempat (di tempat relokasi, red.). Dinas Pasar pasti punya data pedagang. Di Pasar Johar, di Pasar Yaik, dan Kanjengan berapa?,” katanya.

Seiring dengan momentum Ramadhan, kata dia, Kota Semarang juga akan menggelar hajatan besar tahunan, yakni “dugderan” menandai awal masuknya bulan puasa yang selama ini dipusatkan di kawasan Johar.

“Kalau boleh saya usul, sebaiknya ‘dugderan’ dipindahkan ke tempat lain. Jangan di kawasan ini (Johar, red.) karena terlalu ‘crowded’. Namun, ritual tabuh beduknya dan sebagainya tetap di sini,” katanya.

Berkaitan dengan kedatangannya di Pasar Johar, diakuinya, sebagai bentuk empati atas musibah kebakaran yang menghanguskan pasar yang dibangun pada 1937 itu dan membuat ribuan pedagang menanggung kerugian.

Terlebih lagi, dirinya juga berkeinginan maju kembali pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang sehingga harus peduli dengan apa yang sedang dirasakan warga, termasuk pedagang Pasar Johar.

“Nanti, kalau saya tidak ke sini (Pasar Johar, red.), dikira tidak peduli. ‘Masa’ calon wali kota tidak peduli warganya? Apalagi, banyak pedagang kenalan-kenalan lama saya di sini,” pungkas Soemarmo. (Bj05)