Home News Update Soemaemo-Zuber Janji Pertahankan RTH Kawasan TBRS 

Soemaemo-Zuber Janji Pertahankan RTH Kawasan TBRS 

Calon Walikota Semarang Soemarmo HS mengenakan jas anggota Forgoss sebagai tanda dukungan yang diberikan dalam Pilwakot.
Calon Walikota Semarang Soemarmo HS mengenakan jas anggota Forgoss sebagai tanda dukungan yang diberikan dalam Pilwakot.
Calon Walikota Semarang Soemarmo HS mengenakan jas anggota Forgoss sebagai tanda dukungan yang diberikan dalam Pilwakot.

Semarang, 22/8 (BeritaJateng.net) – Pasangan bakal calon Soemarmo HS-Zuber Safawi (MaZu) berjanji akan tetap mempertahankan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.

“Kalau saya terpilih sebagai wali kota, tempat ini (TBRS, red.) akan tetap dipertahankan fungsinya sebagai area terbuka,” kata bakal calon wali kota Semarang Soemarmo HS di Semarang, Sabtu.

Hal itu diungkapkan mantan Wali Kota Semarang itu usai menghadiri Halal bi Halal Forum Goyang Senggol Semarang (Forgoss) di Wahana Permainan Wonderia yang masih satu kawasan dengan TBRS Semarang.

Mazu diusung oleh Koalisi Bangkit Sejahtera yang dibangun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2015.

Saat ini, sebagian lahan di TBRS yang dulunya dikenal sebagai Taman Hiburan Rakyat (THR) Kota Semarang dikontrak oleh pihak ketiga dan difungsikan sebagai Wahana Permainan Wonderia Semarang.

“Kontrak dengan pihak ketiga (pengelola Wonderia, red.) sebentar lagi kan habis. Pemerintah Kota Semarang, kalau saya terpilih tidak akan mengontrakkan tempat ini lagi ke pihak ketiga,” katanya.

Menurut dia, kawasan TBRS sudah semestinya dikembalikan lagi ke fungsinya semula, yakni RTH dengan tetap memfasilitasi untuk wahana berkreasi para seniman, termasuk pementasan-pementasan musik dangdut.

“Namanya tidak usah ‘keren-keren’ lah, cukup THR (Taman Hiburan Rakyat). Nantinya, akan menyatu dengan TBRS yang berisi komunitas-komunitas seniman, seperti wayang orang Ngesti Pandhawa,” katanya.

Bahkan, Soemarmo mengatakan tidak akan menjadikan kompleks TBRS itu menjadi Trans Studio, sebab Trans Studio sebenarnya lebih strategis dan menguntungkan jika ditempatkan di kawasan Mijen, Semarang.

“Ada lahan aset Pemkot Semarang di kawasan Mijen, dekat Bukit Semarang Baru (BSB) seluas sekitar 21 hektare. Kenapa (Trans Studio, red.) harus dipaksakan di sini (TBRS, red.),” katanya. (Bj05)