Home Headline Soal Limbah, Polda Jateng Bakal Pidanakan Sido Muncul

Soal Limbah, Polda Jateng Bakal Pidanakan Sido Muncul

sido muncul

Ungaran, 18/2 (BeritaJateng.net) – Buntut temuan tim independen terkait air yang tidak sesuai baku mutu yang dibuang ke sungai Klampok oleh beberapa industri, seperti PT Jamu dan Farmasi Sido Muncul, usaha
pencucian PT Insanpaq dan PT Grasia Husada Farma (GHF), beberapa waktu
lalu, kini proses penyelesaiannya terus berlanjut.

Bahkan Selasa (17/2) siang kemarin, sebanyak lima orang dari Direktorat
Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah mendatangi pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul untuk mengambil sample air limbah  di lingkungan pabrik yang terletak di Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang itu.

Begitu tiba di lokasi pabrik, tim yang dipimpin oleh Kanit III Subdit
IV,  Kompol Suhartono langsung mengambil sampel limbah cair di In Let, Out Let IPAL, dan aliran air Sungai Klampok untuk dimasukkan kedalam jerigen plastik yang dibawanya.

“Masing-masing sampel, kami ambil sekitar lima liter. Setelah
dimasukkan ke dalam jerigen, sampel tersebut kami segel untuk dibawa
ke laboratorium. Tujuan utama untuk mengecek tingkatan baku mutu limbah cair. Pengecekannya, kami rencanakan  di Laboratorium Sucofindo yang sudah terakreditasi,” terang Kompol Suhartono, saat berada di
lokasi pabrik.

Ditambahkan  juga, apabila setelah dilakukan uji laboratorium sampel
yang diambil terbukti menunjukkan hasil di atas takaran standar baku
mutu limbah cair, pihaknya akan mengambil tindakan hukum, sedangkan
untuk mengetahui hasil uji laboratoriumnya  diperlukan waktu sekitar dua minggu.

Seperti pernah diberitakan beberapa waktu lalu, tim independen menemukan air sungai Klampok  yang berada di Kecamatan Bergas,
Kabupaten Semarang, tercemar limbah  dari beberapa pabrik yang sengaja membuang air limbahnya ke aliran sungai yang berada dibelakang tempat industri mereka.

Bahkan  sejumlah perusahaan  yang mengalirkan  airnya ke sungai
Klampok sempat mengklaim, jika air yang  mereka buang ke sungai
sudah dikelola dan sudah sesuai baku mutu. (BJ29)