Home News Update SMPN 3 Kalimanah: “Narkoba No, Ndhog Asin Yes”

SMPN 3 Kalimanah: “Narkoba No, Ndhog Asin Yes”

86
0
Siswa SMPN 3 Kalimanah membuat telur asin.
           Purbalingga, 9/10 (BeritaJateng.net) – SMPN 3 Kalimanah, Purbalingga kini punya slogan baru, “Narkoba No, Ndhog Asin Yes !”. Peluncuran slogan baru itu, di lapangan sekolah setempat, Senin (9/10). Menandai peluncuran slogan itu, diadakan sosialisasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga  mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dilanjutkan makan telurasin bersama.
           Kepala SMPN 3 Kalimanah, Dra Rudi Mulyatiningsih, M.Pd mengatakan, peluncuran slogan baru “Narkoba No, Ndhog Asin Yes !” ini untuk  mendukung kearifan lokal, di mana di lingkungan sekolah banyak peternak bebek, maka para siswa SMPN 3 Kalimanah dibekali keterampilan membuat telur asin. Memasuki tahun pelajaran 2017/2018 ini, seluruh siswa SMPN 3 Kalimanah diajari secara teori maupun praktek membuat telurasin, yang terintegrasi melalui pelajaran PKK dan Prakarya. Selain itu juga ada kegiatan ekstrakurikuler keterampilan membuat telur asin.
           “Kearifan lokal “Ndhog Asin” ini kami rintis mulai tahun pelajaran 2017/2018 ini, serta sudah kami cantumkan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMPN 3 Kalimanah,” ujar Rudi Mulyatiningsih.
            SMPN 3 Kalimanah Purbalingga kini memiliki 394 siswa (15 kelas), terdiri 125 siswa Kelas 7,150 siswa Kelas 8, dan 119 siswa Kelas 9. Jumlah guru dan karyawan 43 orang.
            Dwi Budiyanto, SH, S.Pd, MH dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga saat sosialisasi mengajak kepada seluruh siswa SMPN 3 Kalimanah  untuk tidak mencoba ataupun merasakan apa yang dinamakan narkoba.
             “Siswa-siswi juga kami himbau untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif, seperti membuat telur asin. Saya salut dengan slogan SMPN 3 Kalimanah ini, “Narkoba No, Ndhog Asin Yes !”. Ini bagus, perlu dicontoh sekolah-sekolah lain,” tegas Dwi Budiyanto seusai mendapatkan sosialisasi, seluruh siswa, guru  dan karyawan SMPN 3 Kalimanah mengambil telur asin yang sudah disiapkan di atas meja di lapangan sekolah, untuk dimakan bersama. Disediakan 400 telur asin hasil karya para siswa.
              Setelah makan telur asin secara bersama-sama, para siswa meneriakkan slogan baru tiga kali secara kompak,sambil mengepalkan tangan kanan.”Narkoba No, Ndhog asin yes ! “Narkoba No, Ndhog asin yes !  “Narkoba No, Ndhog asin yes !”
             Menurut Rudi Mulyatiningsih, banyak manfaat yang diperoleh melalui   program kearifan lokal ini. Melalui sebuah produk telur asin, siswa dapat belajar membuat telur asin, memilih telur yang bagus, mengetahui kandungan gizi dalam telur, mengetahui proses pengawetan makanan, strategi penjualan, cara berbicara saat menawarkan kepada pembeli,  menghitung biaya dan keuntungan, dan lain-lain.
              “Semua itu adalah kecakapan hidup yang dapat digunakan sebagai bekal di masa depan dan dapat diterapkan pada semua bidang kehidupan. Targetnya adalah setiap siswa lulus dari SMP Negeri 3 Kalimanah mampu membuat dan menjual telur asin,” harap Rudi Mulyatiningsih yang didampingi pembina kegiatan kearifan lokal ini, Dwi Mahanani, S.Pd.
             Dwi Mahanani menambahkan, setiap seminggu sekali, saat ekstra kurikuler keterampilan, yakni hari Jumat antara jam 14.00 – 17.00 WIB, para siswa disuruh membawa sebutir telur asin,kemudian diproses secara bersama-sama menjadi telur asin. Kegiatan ini sudah dimulai pertengahan Juli 2017 lalu.
             Prosesnya, siswa diajari cara memilih telur bebek yang baik. Yakni dengan menerawang di lampu. Jika telur terlihat terang, berarti kualitasnya bagus. Selanjutnya telur digosok dengan sabut kelapa atau busa cuci piring hingga bersih.
             “Tahap berikutnya, siapkan adonan pembalut, berupa campuran serbuk bata merah halus, garam dapur, dan sedikit air. Balut telur dengan bahan pembalut setebal 1 cm. Kemudian tata telor ke dalam ember plastik, dan biarkan selama 12 hari. Setelah 12 hari, bongkar balutan, dan cuci telur sampai bersih, lalu dikukus sampai 1 jam dengan api sedang. Jadilah telur asin,”  jelas Dwi Mahanani.
             Ditanya resep rahasianya agar telur asin bikinan para siswa SMPN 3 Kalimanah terasa masir, Dwi Mahanani mengatakan, gunakan serbuk batu merah baru. “Kalau serbuk batu merah dipakai berulang-ulang, rasa telur asin jadi tidak masir,” ujar Dwi Mahanani sambil menambahkan modal awal dari sekolah untuk membuat telurasin Rp 215 ribu, yakni untuk membeli 100 butir telur dan garam.
              Selama ini, lanjutnya, agar keuangan tertib, ada pembukuannya. Keuntungan dari jualan telur asin itu sudah dapat untuk menambah modal. Dan yang membeli telurasin para siswa, bapak dan ibu karyawan juga masyarakat umum.
              “Pada saat-saat tertentu, seperti saat senam massal Haornas tingkat Kabupaten Purbalingga di GOR Goentoer Darjono, siswa kami juga membuka lapak jualan telur asin . Bagi masyarakat yang mau beli, kami juga siap melayani, silahkan kontak melalui nomor HP 087848471183. Harganya per butir Rp 2700,-;  paket isi 5 butir Rp 14 ribu, dan per pithi (besek) isi 10 butir Rp 27.000. telur asin bikinan  siswa kami dijamin masir, ” ujarnya sembari berpromosi. (yit/el)