Home Lintas Jateng SMA III Solo Juga Persiapkan Siswa Untuk SBMPTN

SMA III Solo Juga Persiapkan Siswa Untuk SBMPTN

Wakasek Bid. Kurikulum SMA 3 Solo, Santosa

Solo, 6/2 (BeritaJateng.net) – Langkah yang diambil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kebudayaan Anies Baswedan yang menghapus UN sebagai tolak ukur penilaian kelulusan siswa mendapat positif dari berbagai sekolah di Kota Solo.

Wakil Kepala Sekolah SMA 3 bidang Kurikulum Santosa  menyebutkan ada sisi positif dan negatif dengan tidak dijadikannya Ujian Nasional (UN) sebagai tolak ukur penilaian kelulusan siswa.

“Ya kita akan menerima apa kebijakan yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Kita dukung itu,” jelasnya ketika ditemui di Solo Jawa Tengah, Jumat (6/2/2015).

Namun semua kebijakan itu ada sisi positif dan pastinya juga sisi negatifnya. Kelulusan bagi siswa memang sudah menjadi tugas guru dan juga pihak sekolah. UN hanya akan dijadikan sebagai penentuan  kualitas pendidikan yang ada  di Indonesia.

Ketika UN dijadikan sebagai penentu kelulusan segi positifnya adalah disekolah nantinya juga akan berusaha keras bagaimana untuk meningkatkan prestasi anak didiknya.

Karena jika tidak ada standarisasi secara nasional seperti itu bisa saja ada sekolah tertentu yang bisa seenaknya sendiri. 

Sedangkan sisi negatifnya ketika nanti ketika UN jadi salah satu tolok ukur kelulusan bahkan menjadi satu-satunya penentu maka nasib anak yang sekolah selama tiga tahun haya ditentukan dalam waktu tiga hari dan oleh enam mata pelajaran saja.

Padahal seharusnya tidak demikian. 
Misalnya ketika sekolah dijadikan UN sebagai  pemetaan, meski UN tidak dijadikan tolok ukur kelulusan siswa tetap saja sekolah harus bekerja ekstra keras.

“Tidak mungkin sekolah akan berdiam diri wong nanti akan dijadikan pemetaan dan disosialisasikan secara nasional” terangnya. 

Santosa mengungkapkan meski 
UN tidak lagi dijadikan tolak ukur kelulusan siswa namun saat ini pihak sekolah tetap memberikan tryout kepada para siswanya.

“Siswa akan tetap digenjot, try out  tetap ada, latihan soal. Bahkan kami ada program menyongsong persiapan SBMPTN,” tegasnya. 

Bahkan sejak dahulu saat UN sebagai penentu bagi standart kelulusan  untuk melatih siswa agar tidak takut dalam pelaksanaan UN, sejak awal pertengahan semester satu pihak sekolah selain  fokus pada penyelesain materi juga sudah melatih anak untuk persiapan UN. 

“Kita melaksanakan try out sebanyak lima kali. Satu kali di semester satu dan 4 kali di semester dua,” pungkasnya. (BJ24)