Home Lintas Jateng Situs Kuno Diduga Peninggalan Majapahit Ditemukan Di Desa Leluhur Jokowi

Situs Kuno Diduga Peninggalan Majapahit Ditemukan Di Desa Leluhur Jokowi

1725
Batu tumpang berbentuk lingga.

Boyolali, 9/3 (BeritaJateng.net) – Penemuan situs kuno yang diperkirakan merupakan peninggalan jaman Majapahit menggemparkan warga dukuh Gumuk Rejo, Giri Roto, Ngemplak Sawahan, Boyolali, Jawa Tengah.

Pasalnya di lokasi persawahan milik Sumarno yang sudah dikapling untuk dijadikan perumahan mendadak ditemukan beberapa titik lokasi yang terdapat bebatuan kuno saat menggali tanah untuk membuat pondasi perumahan.

Situs yang letaknya tidak jauh dari kediaman orang tua Sujiatmi Notomiharjo, ibunda Jokowi di Giriroto, Ngemplak Boyolali berbentuk seperti kepala kerbau, situs watu wayang, watu lumpang dan juga susunan batu yang ada bagian berbentuk Lingga Yoni Juga beberapa tumpukan batu-bata berukuran cukup besar khas pemujaan masyarakat Hindu Majapahit.

Pertama kali, situs tersebut diketahui oleh relawan Projo ( Pro Jokowi ) sudah sejak lama, namun baru situs watu lumpang saja dan belum diungkap ke publik. Baru beberapa hari lalu ditemukan lagi di beberapa titik lokasi.  Awalnya saat  relawan Jokowi usai berziarah ke makam leluhur Presiden Jokowi.

Ketua Projo Surakarta, Tego Widati menjelaskan saat itu dirinya minta ijin pada pemilik lahan untuk melihat lebih dekat dilokasi yang sudah diperkirakan sebelumnya. Dibantu warga dan pemilik lahan melakan penggalian dan hasiknya memang ditemukan situs batu di dalamya.

“Kita upayakan melakukan penggalian tanpa merusak struktur batunya. Saat ini sudah mulai terlihat bentuknya,” jelas Tego Widadi di Ngemplak Boyolali, Selasa (8/3/2016) malam saat tirakatan jelang weton Presiden Joko Widodo.

Tego Widati menjelaskan penemuan situs tersebut yang berada di lahan seluas lebih dari 10 ribu meter persegi itu akan segera di laporkan pada dinas purbakala agat bisa di lakukan penelitian lebih lanjut terkait dugaan situs kuno tersebut. Demikian juga dengan keberadaan situs watu tumpang berbentuk batu lingga dan berada di atas gundukan tanah dengan batu bata ukuran besar yang berserakan di sekitar tumpukan batu. Kondisinya sudah pecah namun masih bisa di lihat bentuknya.

“Bisa saja dulunya berupa lokasi pemujaan jaman Hindu. Namun untuk kejelasannya harus menunggu penelitian dari Dinas Purbakala,” ucap Tego Widati.

Tego Widati juga menyampaikan memang nantinya setelah diteliti oleh pihak Balai Cagar Budaya meyebutkan jika hasilnya lokasi ini memang situs kuno bersejarah akan dijadikan tempat wisata agar bisa menghidupkan perekonomian warga sekitar.

“Tentunya secara bertahap. Pertama ya infrastruktur dulu yang harus di perbaiki”, paparnya.

Sementara itu pemilik lahan dimana banyak ditemukan situs kuno, Sumarno mengungkapkan pegawainya saat menggali lokasi  juga menemukan tumpukan batu-bata merah  berukuran sekitar 40cmx20cm, ketebalan kurang lebih sekitar 10cm yang membentuk undakan.

“Saya coba angkat beberapa bata dan saya lihat ukurannya jauh lebih besar dari ukuran batu-bata saat ini. Saya bersihkan dan terlihat warnanya,” pungkas Sumarno. (Bj24).