Home Lintas Jateng Situs Candi Giriroto Diperkirakan Era  Mataram Kuno Awal Abad 10

Situs Candi Giriroto Diperkirakan Era  Mataram Kuno Awal Abad 10

609
Salah satu arca penjaga candi yang berhasil diangkat diperkirakan peninggalan awal abad 10.

Boyolali, 10/4 (BeritaJateng.net) – Penelitian sementara dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah situs candi beserta arca yang ditemukan di Giriroto merupakan peninggalan Hindu aliran Syiwaisme pada masa Mataram Kuno.

Ketua tim penelitian dari PBCB Mohammad Junawa memperkirakan situs tersebut di bangun candi pemujaan hindu aliran shiwaisme pada masa kerajaan Mataram kuno pada abad ke -10 M.

Prakiraan situs tersebut merupakan peninggalan Hindu aliran Syiwa diperkuat dengan temuan arca yang memiliki sanggeman Jawa Tengah dengan sedikit sentuhan Jawa Timur. Selain itu penemuan lingga dan yoni. Yang dalam konsep kepercayaan Hindu merupakan perwujudan dari Dewi Parwati dan Dewa Siwa.

Tiga arca juga sudah ditemukan.  Dua arca sudah dapat diketahui jenisnya yaitu arca mahakala dan nadiswara, serta arca satu lagi masih diteliti lebih lanjut oleh BPCB.

“Diperkirakan candi tersebut longsor karena terkena gempa kecil atau terkena letusan gunung Merapi,” jelas Junawa.

Biasanya bangunan candi terbuat dari batu. Namun candi di situs Giriroto menggunakan batu-bata.
Bisa saja penggunaan batu-bata ada hubungan dengan filosofi di wilayah tersebut. Bangunan yang dibuat dari batu-bata  yang ditata saling bergesekkan menggunakan air sehingga melekat saat kering.

Tim dari BPCB Jawa Tengah saat melakukan penggalian telah menemukan dua candi satunya merupakan candi induk, sedang satunya lagi adalah candi perwara atau candi pendamping. Satu candi yang berukuran 5×5 meter dan ukuran tinggi kaki candi 1,5 meter kemungkinan sebagai candi induk.

Saat ini penggalian dihentikan sementara waktu. Sambil menunggu hasil resmi penelitian dari Balai Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah.

Sementara itu Kepala Desa Giriroto, Purwanto yang di dampingi ketua DPC Ormas Projo Tego Widarti sangat berharap agar nantinya temuan situs candi akan membuat desa Giriroto lebih maju dan mampu mengangkat perekonomian bagi warganya.

“Nantinya lokasi tersebut akan dikembangkan sebagai desa wisata,” papar Purwanto. (Bj24).