Home Life Style Situs Candi di Duduhan Mijen Diperkirakan Berumur Satu Juta Tahun

Situs Candi di Duduhan Mijen Diperkirakan Berumur Satu Juta Tahun

438
0

IMG-20150928-WA0008

Semarang, 28/9 (BeritaJateng.net) – Tim Geologi sementara menduga candi berumur 1 juta tahun setelah meneliti bentuk dan struktur tana geologi sekitar Desa Dukuhan Kecamatan Mijen Semarang.

Johan Arif, selaku Tim penilitian Geologi, ITB menerangkan bahwa penemuan situs candi ini, dipastikan letaknya diatas batuan gunung api, namun hanya sumber dari batuan ini belum jelas dan belum diketahui.

“Dan disini berdiri diatas batuan ada dua dan masih kita teliti, terdiri dari dua bebatuan yakni Breksivulkanik yangberkisaran umurnya quarter, atau mulai dari 2jt tahun lalu sampai sekarang, kalau disini kemungkinan sekitar 1jt tahun yang lalu, “ucapnya.

Untuk pengenalannya, lanjut Johan Arif, bisa kita mulai dari bentuk tanahnya dari selatan mengarah ke utara, dan terdiri dari bebatuan tufa, yang mana sifat batunya lebih lunak. “Kita disini juga menjumpai sawah disebelah barat dan timur, nah ini masih kita teliti apakah dulunya sawah ini dibuat orang atau memang terbentuk dari alam tanahnya, kan bisa saja dahulu berupa bukit atau lereng dan lalu dataranya dibuat orang penghuni jaman situs atau candi ini,” katanya.

Dan saat ini sementara, terus Johan, menurut penelitian geologi, dahulu kala dibuat oleh orang yang kesini. “Ada segerombolan orang merupakan petani yang membuka lahan hutan sebagai tempat pertanian, dan ini masih dugaan sementara menurut penelitian gelogis beberapa hari ini,” tuturnya.

Kalau ini betul, Lanjutnya, pasti ada peninggalan kampung mereka didaerah sini, nah dimanalah kampung apungnya meraka, hingga saat ini masih kita cari, memutari lokasi sekitar hingga 4 kilometer dari penggalian ini.

“Dan disekitar sini banyak sekali sendang-sendang, nah ini juga nantinya untuk penelitian selanjutnya. Ada juga penemuan archa atau batuan yang berada dirumah-rumah warga,” pungkasnya.

Untuk penggalian kali ini, dari kajian batubata ini, bersumber dari tanah liat disekitar daerah sini, dan didalam ada butiran-butiran gabah didalam batubatanya sebagai perekat, nah nanti itu juga akan kita teliti apakah sama dengan gabah-gabah didaerah sekitarnya,” tambah Johan Arif Selaku Tim Geologi ITB saat memutari kawasan Dukuhan Kecamatan Mijen Semarang.(BJ06)