Home News Update Siswi SMAN 1 Purbalingga Ikuti Asia Youth International Model United Nations 2017

Siswi SMAN 1 Purbalingga Ikuti Asia Youth International Model United Nations 2017

147
0
Moza Defitra Nareswari beserta sejumlah peserta AYIMUN 2017.
          Purbalingga, 6/11 (BeritaJateng.net) –  Moza Defitra Nareswari, siswi kelas 10 Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Purbalingga mengikuti program Asia Youth International Model United Nation (AYIMUN) 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, 3 – 6 November 2017. AYIMUN merupakan model simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagi mahasiswa dan siswa SMA/MA di dunia yang diselenggarakan dengan tujuan memperkenalkan bagaimana PBB bekerja.
            AYIMUN 2017 mengangkat tujuh isu internasional yaitu ARF (ASEAN Regional Forum), UNHRC (United Nations Human Rights Council), UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organizations), UNHCR (United Nations High Commissioner For Refugees), IMF (International Monetary Fund), WHO (World Health Organizations), and OIC (Organization of Islamic Cooperation).
            “Tahun ini, program AYIMUN diikuti sekitar 1.000  peserta dari 26 negara yang berasal dari Asia Tenggara, Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa dan Oceania. Peserta dari Indonesia sendiri kurang lebih 50 orang dan sebagian besar merupakan mahasiswa. Saya merupakan satu-satunya peserta dari Purbalingga,” tutur  Moza Defitra Nareswari, Senin (6/11).
            Moza mengungkapkan, selain untuk meningkatkan pengalaman international kepada peserta delegasi dengan mengangkat isu-isu international di abad ke-21, program AYIMUN juga melatih leadership, kemampuan analisis, diplomasi, dan public speaking bagi para peserta, termasuk melatih kemampuan untuk menyelesaikan masalah internasional dan mengembangkan kemampuan diplomasi. “Saya sangat senang dan bangga bisa mengikuti program ini, dan mampu menyisihkan lebih dari 5.600 pesaing,” ujar siswi kelahiran Purbalingga 8 Desember 2002 yang bercita-cita menjadi dokter gigi ini.
Moza Defitra Nareswari.

Moza menceritakan, sampai akhir penutupan saat pendaftaran pada awal September 2017 lalu, setidaknya ada 5.615 pelamar pada batch ke-2. Untuk  memperebutkan satu dari 500 kuota delegasi yang akan dipilih calon peserta harus menjawab banyak pertanyaan dari pihak penyelenggara secara online, serta menyakinkan kepada pihak penyelenggara AYIMUN 2017,  layak menjadi salah satu delegasi. Moza menerima pengumuman hasil seleksi batch ke-2 via email tanggal pada 18 September 2017.

              “Saya memilih Council United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) mewakili negara Romania. Saya pilih Council UNHCR, karena pada council tersebut membutuhkan kemampuan analisis, strategi dan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam mencari ide untuk memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi negara yang diwakilinya.,” tutur anak kedua pasangan  Sigit Dwi Pramono, S.Sos,M.Si dan Umi Damayanti, SE ini.
           Untuk mempersiapkan program itu, Moza juga harus melakukan riset tentang kondisi negara yang diwakili, mempelajari beberapa teknik dan peraturan sidang yang telah ditetapkan oleh pihak penyelenggara, serta mempersiapkan segala sesuatu yang harus dibawa untuk konferensi. Sementara tema yang diusung dalam program itu yakni ‘Enhancing Global Power through Diplomacy and Regional Integration’.
              “Dengan tema itu, para delegasi yang terdiri dari sejumlah anak muda harus membahas beberapa masalah dunia. Tidak hanya membahas, para delegasi ini juga akan memberikan kontribusinya berupa solusi pemecahan masalah-masalah yang didiskusikan tersebut,” tutur Moza yang pernah menjadi finalis Girls Model Hunts, Majalah Girls di Jakarta Tahun 2013 dan juga juara renang POPDA Kabupaten berbagai kelas untuk tingkat SD.
              Moza menambahkan, rangkaian kegiatan AYIMUN antara lain diisi materi pengenalan tentang AYIMUN, Youth Internaional Simposium, Sidang Komite, City Tour, Cultural Show, Award Presentation, dan Diplomacy Dinner.  (yit/EL)