Home Headline Siswa SMK N 7 Semarang Ciptakan Printer 3 Dimensi

Siswa SMK N 7 Semarang Ciptakan Printer 3 Dimensi

Siswa SMKN 7 memperagakan printer 3D
Siswa SMKN 7 memperagakan printer 3D
Siswa SMKN 7 memperagakan printer 3D

Semarang, 18/2 (BeritaJateng.net) – Perkembangan teknologi di tanah air, menuntun siswa-siswi untuk menciptakan teknologi mutakhir,  seperti yang di lakukan siswa SMK N7 Semarang yang menciptakan printer 3 Dimensi. 

Nurhadi Prasetyo. Berawal dari tuntutan Tugas Akhir (TA) yang diberikan gurunya sebelum kenaikan kelas pada bulan Juli 2014 lalu, siswa kelas 13 teknik pemesinan ini memulai penelitiannya.

“Kebetulan saat itu ada kunjungan salah satu pabrik industri dari Salatiga, kemudian kami di perlihatkan sebuah alat printer digital makro yang digunakan dalam proses produksi di pabrik tersebut. Berawal dari situlah, ide untuk membuat sebuah printer 3 dimensi berukuran mikro dan dapat digunakan sebagai media praktek pembelajaran di sekolah ini muncul,” ujarnya.

Komponen demi komponen yang dibutuhkan dalam proses pembuatan printer 3 dimensi mikro tersebut lantas ia kumpulkan. Pada awalnya ia mengalami kesulitan dalam membuatnya, kemudian ia terpaksa harus bolak-balik Semarang-Salatiga guna melihat detail printer 3 dimensi makro di pabrik tersebut seperti apa.

“Saat penelitian, kami harus bolak-balik Semarang-Salatiga untuk melihat secara lebih detail bagaimana mesin tersebut bekerja. Hampir setiap hari, biasanya sepulang sekolah jam 15.00 WIB kami kesana, bahkan sampai pagi kami baru pulang. Pernah juga tidak tidur,” ujar siswa asli Mejobo Kudus itu.

Kesulitan lain, yang ia alami yaitu pemahaman terkait bagaimana industri manufaktur tersebut. Hal itu dikarenakan, alat tersebut kerap digunakan untuk produksi industri manufaktur yang berskala besar.

“Sehingga saya ingin membuat bagaimana alat itu juga bisa digunakan untuk pembelajaran di sekolah. Kendala lain yaitu pada dasarnya saya memang bukan kelas elektro sedangkan alat itu lebih cenderung ke teknik elektero, sehingga sempat juga merasa kesulitan dalam membuat,” ujarnya.

Putra pasangan Aswadi (50) dan Nur Hidayati (45) ini mengatakan, kendala lain yaitu biaya yang cukup besar dalam pembuatan mesin printer 3 dimensi yang mencapai Rp. 7 juta.

Oleh sebab itu, dirinya kemudian dibantu 17 orang temannya guna menyelesaikan pembuatan printer 3 dimensi dengan bentuk yang lebih mikro. Ia juga menjelaskan bagaimana proses kerja printer tersebut.

“Pertama membuat model dengan software otocad setelah itu diolah pakai software repligator G, sebelum masuk ke software format harus sudah STL agar biar bisa dibaca softwarenya. Setelah itu diatur di platformnya posisinya seperti apa,” katanya.

Sementara itu, salah satu teman sekelasnya, Aditya Darma Putra yang juga membantunya dalam proses pembuatan printer 3 dimensi itu mengatakan, untuk bahan pengganti tintanya, printer tersebut menggunakan filamen (bijih plastik dalam bentuk rol) sehingga dapat terbentuk sesuai dengan desain secara 3 dimensi.

Pembuatan alat itu sendiri dikatakannya selama 2,5 bulan. Beberapa hasil yang telah diperlihatkan dari alat tersebut yaitu replika anjing, dudukan handphone, asbak dan replika mainan angry bird.

“Segala jenis plastic bisa digunakan, tapi kami biasa menggunakan  plastic HBS atau PLA (Polilatic Acid) yaitu serat jagung, tumbuhan, sebagai pengganti bijih plastik juga bisa. Itu malah lebih bagus karena lebih ramah lingkungan. Untuk proses pembuatan produk dari printer ini unkuran 12x12x 20 cm memakan waktu pengeprintan selama 3 jam,” katanya.

Sementara ini ia akan lebih menyempurnakan printer tersebut dengan percetakan 3 warna, sehingga produk yang dihasilkan lebih bagus. Selain itu, alat tersebut akan segera dipatenkan agar dapat digunakan oleh SMK-SMK lain sebagai media pembelajaran.

“Kelemahannya masih terkadang platform bawah panasnya hilang, mejanya juga sering bergeser Sehingga produk terkadang lepas sendiri dan tidak fokus. Kesulitannya di elektroniknya misal kabel terbalik,” ujar Aditya. (BJ05)