Home News Update Siswa Miskin Di Luar KIP Tetap Difasilitasi

Siswa Miskin Di Luar KIP Tetap Difasilitasi

kartu indonesia pintar
ilustrasi

Semarang, 26/11 (BeritaJateng.Net) – Siswa-siswa yang berasal dari keluarga miskin di Semarang yang belum terlayani Kartu Indonesia Pintar (KIP) tetap diupayakan fasilitasinya oleh Pemerintah Kota Semarang.

“Rencananya begitu. Siswa yang belum tercover KIP, kami bantu. Kalau sudah tercover KIP, ya, sudah. KIP kan program pusat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Rabu (26/11).

Ia menjelaskan KIP sebenarnya merupakan pengembangan dari program serupa pemerintah pusat sebelumnya, yakni Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang menginduk dari program Kartu Perlindungan Sosial (KPS).

Sebelumnya, kata dia, setiap rumah tangga sasaran yang terlayani KPS akan mendapatkan bantuan untuk sektor pendidikan, yakni BSM dan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) untuk bidang kesehatan.

“Jadi, siswa dari rumah tangga sasaran penerima KPS akan mendapatkan BSM. Itu hanya untuk anak-anaknya. Sementara dalam bidang kesehatan untuk seluruh keluarga dilayani dengan Jamkesmas,” tukasnya.

Sekarang ini, ia mengatakan namanya KPS diganti menjadi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang juga mencakup sektor pendidikan melalui KIP dan sektor kesehatan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Itu program langsung dari pemerintah pusat yang disalurkan ke rumah tangga sasaran (RTS). Sejauh ini, kami belum mendapatkan data siapa-siapa siswa di Semarang yang menerima KIP,” tukasnya.

Oleh karena itu, Bunyamin memastikan tidak ada pengaruhnya antara progra KIP dengan bantuan operasional sekolah (BOS) yang juga program pemerintah pusat karena keduanya program yang berbeda.

Akan tetapi, kata dia, kemungkinan penerima KIP sama seperti data penerima BSM sebelumnya karena datanya bersumber data penerima KPS, yakni kepala rumah tangga yang masih memiliki anak usia sekolah.

Bunyamin mengakui kemungkinan masih adanya siswa-siswa miskin di Kota Semarang yang belum tercover KIP memang bisa terjadi, tetapi pihaknya meminta jika memang ada tidak perlu merasa khawatir.

Yang jelas, kata dia, Pemkot Semarang tetap berupaya membantu jika memang ada siswa miskin di wilayah tersebut yang belum tercover KIP, sebab jangan sampai putus sekolah karena kendala biaya.

“Ya, istilah gampangnya begini. Misalnya, ada 10 ribu siswa miskin di Kota Semarang. Pemerintah pusat melalui KIP mengcover sebanyak lima ribu siswa, sisanya tanggung jawab kami,” tegasnya. (ant/pri)