Home Lintas Jateng Sirine Masjid Kauman Tandai Dimulainya Puasa di Kota Semarang

Sirine Masjid Kauman Tandai Dimulainya Puasa di Kota Semarang

281
Sirine Masjid Kauman Tandai Dimulainya Puasa Di Kota Semarang

Semarang, 6/5 (BeritaJateng.net)  – Arahan dengan pemerintah pusat khususnya Kementrian Agama (Kemenag) memutuskan, berdasarkan sidang isbat Senin (6/5) merupakan awal dilaksanakan ibadah puasa pada tanggal 1 Ramadhan 1440 Hijriah/2019 M.

Maka, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Pengurus Takmir Masjid Agung Kauman, Kota Semarang dan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang juga menetapkan hal yang sama.

Penetapan puasa pada Senin (6/5) itu ditandai dengan penekanan tombol sirine dan meraung-raung bunyinya di pengimaman sholat Masjid Kauman oleh beberapa pejabat diantaranya; Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Yayasan Takmil Masjid Agung Kauman, Kota Semarang KH. Hanif Ismail LC dan Ketua MUI Kota Semarang Prof. DR. Ervan Subahar MA.

“Kalau Kementrian Agama sudah menyampaikan bahwa tanggal 1 ramadhan 1440 Hijriah jatuh pada hari Senin (6/5) dan begitu pula dengan Takmir Masjid Agung Kauman, ini sudah menjadi keputusan resmi yang Insya Allah membuat masyarakat semakin mantab, besok adalah 1 Ramadhan dimulainya berpuasa,” tegas Wali Kota Hendi usai menekan tombol sirine, dilanjutkan dengan mendirikan sholat isya’ dan sholat tarawih di Masjid Agung Kauman, Kota Semarang Minggu.

Hendi tidak memungkiri ada ormas, organisasi dan komunitas muslim lainnya yang mempunyai sikap dan keputusan mulainya melaksanakan ibadah puasa. Namun, dirinya berharap tidak mempersoalkan sikap dan perbedaan tentang ditetapkannya tanggal 1 Ramadhan sebagai hari dimulainya menjalankan ibadah puasa.

“Memang pasti ada perbedaan mungkin ada ormas lain yang melaksanakan mulainya puasa hari ini. Tapi buat kami di pemerintahan, kami menetapkan dan mengumumkan kepada masyarakat bahwa besok ada tanggal 1 Ramadhan. Dan kita tidak usah mempermasalahkan perbedaan tersebut, yang penting waktunya ramadhan yo poso, ojo salah-salahan posone (yang penting adalah mendirikan ibadah puasa, jangan saling salah menyakahkan) mulai kapan, itu yang pertama,” ujarnya.

Kemudian, yang kedua Hendi berpesan kepada seluruh warga Kota Semarang selama bulan puasa, dimohon dan dihimbau untuk bisa saling hormat dan menghormati serta menjunjung tinggi toleransi.

“Kan sebagian besar umat muslim berpuasa ya ndak usah marah kalau ada yang jualan di siang hari. Yang kemudian yang tidak puasa ya juga menghormati yang puasa. Jangan secara terbuka makan, minum pada siang hari,” himbau Hendi.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Semarang, Prof. DR. Ervan Subahar MA mengungkapkan, ketentuan penetapan hari dimulainya puasa didasari pada ketentuan rukyah, dilihat oleh pihak-pihak terkait dan disepakati ibadah bulan suci ramadhan dimulai pada Senin (6/5).

“Mari ini kita manfaatkan secara maksimal, secara baik karena ibadah puasa ditunggu-tunggu, sejak bulan Rajab lalu dimohonkan doanya, Alhamdulilah sudah berkah di bulan Rajab, berkah di bulan Sya’ban. Mari kita juga manfaatkan keberkahan itu ada berlimpah-limpah di bulan puasa ini. Untuk semuanya mari kompak sajalah, beribadah kepada Allah, sujud dan puasa yang mantab, biar kemuliaan islam ini tercapai semuanya,” tandasnya.

Ervan menambahkan, pentingnya menjaga dan menjunjung tinggi sikap toleransi dan sikap saling menjaga dan menghormati terhadap sesama unat beragama selama bulan puasa dan bulan suci Ramadhan berjalan.

“Itu penting sangat, mari kita junjung bersama-sama sehingga hidup di NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) ini, selain dijalani juga dinikmati sekaligus. Mudah-mudahan (konsep dasar NKRI) dicapai selama kita hidup,” pungkas Prof. DR. Ervan. (El)