Home DPRD Kota Semarang Sinkronisasi Program Antar Dinas Lemah

Sinkronisasi Program Antar Dinas Lemah

394
Suasana saat sidang Parpurna LKPJ AAT di Gedung DPRD Kota Semarang
Suasana saat sidang Parpurna LKPJ AAT di Gedung DPRD Kota Semarang
Suasana saat sidang Parpurna LKPJ AAT di Gedung DPRD Kota Semarang

Semarang, 28/4 (BeritaJateng.net) – Buruknya sistem drainase di Kota Semarang, dinilai menjadi salah satu sebab rentannya kerusakan jalan khususnya di wilayah pinggiran. Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wiwin Subiyono menegaskan, di wilayah pinggiran seperti Mijen, Tembalang dan Genuk, banyak kasus pembangunan jalan yang tak dibarengi dengan perbaikan drainase.

“Koordinasi antar-dinas perlu ditingkatkan. Karena selama ini banyak pembangunan jalan yang tak disertai dengan perbaikan drainase. Hal ini akan mengakibatkan pemborosan anggaran karena jalan yang telah dibangun bagus, akan mudah rusak saat tergenang air. Antara Dinas Binamarga dan PSDA-ESDM harus sinkron dalam menjalankan program pembangunan,” katanya.

Meski memiliki anggaran yang cukup besar, sekitar Rp 370 miliar, namun Dinas Binamarga Kota dikatakannya tidak bisa berbuat banyak menangani kerusakan jalan. Hingga saat ini tercatat masih banyak jalan terutama di daerah pinggiran yang mengalami kerusakan. Untuk itu Wiwin meminta, memasuki musim kemarau pemkot Semarang segera melakukan perbaikan jalan yang telah rusak.

“Agar jalan yang mulus tak hanya di tengah kota, tapi wilayah pingiran juga bagus,” kata Wiwin.

Selain meminta segera melakukan perbaikan, Wiwin berharap pemerintah Kota Semarang mengawasi angkutan berat yang selama ini ikut menyumbang kerusakan jalan. “Banyak truk angkutan barang hingga 20 ton masuk jalan protokol tapi masih diabaikan. Kendaraan yang melebihi tonase, memberikan sumbangsih dalam percepatan kerusakan jalan,” katanya.

Sementara itu Pemkot melalui Kepala Dinas Binamarga Kota Semarang Iswar Aminudin menyatakan, dalam kurun lima tahun ke depan kota Semarang diharapkan bebas dari jalan berlubang. Saat ini daerah yang menjadi ibu kota Provinsi Jateng sedang meminimalisir kerusakan jalan itu hingga tinggal 10 persen dari semua jalan yang ada.

“Saat ini kerusakan jalan di Kota Semarang mencapai  20 persen dari 13 ribu kilometer jalan yang ada,” ujar Iswar Aminnudin.

Dirinya mengakui upaya untuk menurunkan prosentase kerusakan jalan memerlukan biaya besar. Targetnya lima tahun ke depan presentase jalan rusak bisa berkurang 10 persen.

Meski saat ini masih banyak jalan yang rusak, Iswar menyatakan tingkat komplain tentang jalan menurun dibanding tahun lalu. Dirinya mengklaim sedang membenahi sistem mulai dari sumber daya manusia, penganggaran, mekanisme perbaikan dan mekanisme aduan.

Iswar mengakui, ruas jalan yang rusak kebanyakan berada di kawasan pinggiran. Tentang koordinasi dengan PSDA-ESDM, dikatakannya selama ini terus dilakukan. “Bahkan jika PSDA-ESDM tidak menganggarkan pembangunan drainase di jalan yang sedang dibangun, Binamarga yang menganggarkan,” tandasnya. (Bj05)