Sindikat Pembobol ATM Lintas Kabupaten Dibekuk

Kapolres Purbalingga menunjukkan barang bukti sindikat pembobol ATM.
             Purbalingga, 27/7 (BeritaJateng.net) – Jajaran Polres Purbalingga berhasil membekuk empat anggota sindikat spesialis pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM).  Pelaku sudah beraksi di lintas kabupaten/kota di Jateng.
             “Menurut pengakuan, mereka telah melakukan kejahatan tersebut di 22 kabupaten/kota di Jateng,’’ kata Kapolres AKBP Nugroho Agus Setiawan, Kamis (27/7).
               Pelaku yang dibekuk masing-masing AFR (37), warga Desa Pampangan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Lampung,  ADS (35),  Perum Batujajar Indah Kecamatan Batujajar  Kabupaten Bandung Jawa Barat, HM (32) warga Kepulauan Bitung Kelurahan Bitung Jaya RT 001 RW 001 Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, Banten dan IS (31), warga Desa Padangh Manis Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran Lampung.
               “Mereka ditangkap di Bandung. Satu pelaku masih buron yaitu Andika (40),” katanya.
               Di wilayah hukum Polres Purbalingga, sindikat tersebut beraksi sebanyak dua kali. Terakhir pada Rabu (19/7) di  mesin ATM sebuah bank swasta di toko modern yang ada di Kelurahan Kedungmenjangan Kecamatan Purbalingga. “Modus yang digunakan pelaku mengganjal mesin ATM dengan korek api atau tusuk gigi. Sehingga saat ada yang hendak ambil uang di ATM, maka kartunya akan tertelan,’’ ujarnya.
             Para pelaku berbagi tugas, ada yang mengintip nomor PIN korban saat memasukkan ATM serta ada yang mengamati situasi. Setelah korban pergi, mereka lalu mengambil kartu ATM dan mengambil uang milik korban secara tunai dan transfer. “Karena mereka sudah tahu PIN ATM korban,” lanjutnya.
               Polisi mengamankan barang bukti kejahatan berupa empat dus kecil korek api kayu, satu bungkus tusuk gigi, satu buah tang, satu buah cutter, satu buah lem, satu buah obeng. Selain itu juga diamankan satu mobil Toyota Calya warna putih  dengan Nomor Polisi (Nopol) D-1522-SAC yang dijadikan kendaraan saat beraksi. “Mereka juga beroperasi di seluruh wilayah Indonesia. Ada ratusan ATM yang sudah dibobol. Uang ratusan juta rupiah berhasil mereka bawa kabur,” tuturnya.
               Pelaku dijerat dengan ancaman hukuman Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. Saat ini polisi juga masih melakukan mengejar satu pelaku lain yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). (yit/el)

Tulis Komentar Pertama