Home Headline Sindikat Pelaku Penipuan Kupon Fiktif Dibongkar

Sindikat Pelaku Penipuan Kupon Fiktif Dibongkar

Undian Fiktif

—Beromset Milyaran Rupiah

Semarang, 30/10 (BeritaJateng.net) – Aparat Kepolisian dari Dit Reskrimum (Direktorat Reserse Kriminal Umum) Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus penipuan kupon herhadiah beromset Milyaran Rupiah.

Sedikitnya ada 7 tersangka yang telah diamankan oleh anggota kepolisian, masing-masing diantaranya bernama Firdaus (26), Sudarmin (34), Faisal (21), Anto Laupe (26), Laonding (38) dan Kasmir Kamal (21) serta Zaenal Menralo (37). Dari ketujuh tersangka itu kesemuanya warga Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Dua diantara tujuh tersangka merupakan saudara kandung, yakni Firdaus dan Faisal.

Untuk modus operandinya, para tersangka ini menyebarkan kupon berhadiah di beberapa tempat seperti di jalan-jalan, dalam toko hingga kawasan supermarket. Sementara kupon berhadiah yang mereka sebar mengatasnamakan merk produk-produk ternama seperti ‘Mizone’, ‘Bimoli’, dan lain sebagainya. Oleh tersangka, kupon-kupon itu dicetak sedemikian rupa hingga menyerupai dengan aslinya, dengan menyertakan beberapa foto anggota Polisi hingga nama-nama stasiun televisi nasional.

Dalam melancarkan aksinya, para tersangka ini tergolong rapi, dan sudah merencanakannya secara matang. Untuk mempermudah dalam mengelabuhi korban, komplotan ini mempunyai ruangan khusus yang kedap suara, agar saat mereka berkomunikasi dengan korban tidak ada suara lain yang membuat korban merasa curiga.

Selain itu, masing-masing dari tersangka mempunyai peran yang berbeda-beda. Ada yang bertindak sebagai koordinator, seperti Firdaus. Ia mempunyai tugas dengan mengambil uang di ATM, lalu membagikan uang hasil kejahatan itu kepada rekan-rekannya. Rekening yang digunakan merupakan atas nama orang lain yang sudah dikondisikan.

IMG_20151030_172451

Sementara Sudarmin bertindak sebagai pencetak kupon undian dan berbicara dengan korban, yang mana dalam komunikasinya ia tak segan-segan mengaku dari perusahaan bersangkutan.

Lain halnya dengan Faisal, ia bahkan mengaku sebagai seorang Kapolda. Dihadapan petugas dan dalam keadaan tangan diborgol, ia secara fasih dan lihai mempraktikkan cara komunikasinya dengan korban. Sedangkan tersangka lainnya mengaku hanya sebagai penyebar kupon.

Namun apes, aksi dan petualangan mereka berakhir pada hari Rabu, (28/10) malam di sebuah rumah kontrakan yang ada di kawasan Perum Griya Payung Asri, RT 01 RW 16 Nomor 68, Banyumanik Semarang.

Penggerebekan itu sontak membuat warga sekitar menjadi gempar. Salah satu tetangga korban bahkan tak mengira kalau dirumah itu ternyata digunakan untuk tindak kejahatan.

“Hampir satu tahun ini mas mereka tinggal disitu. Ada perempuannya juga, namanya Asti, asal Kendal. Orange baik-baik saja dengan warga sini, ramah juga. Jadi kaget saja mas banyak Polisi datang ke rumahnya,” beber salah satu tetangga yang enggan disebutkan namanya.

Diketahui, perempuan yang dimaksud merupakan istri dari Darmin yang tak lain merupakan salah satu tersangka. Menurut warga, pemilik rumah tersebut ialah seseorang yang bernama Kasmuji, warga Srondol, Banyumanik Semarang.

Sementara itu, Dir Reskrimum (Direktur Reserse Kriminal Umum) Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha menjelaskan kurang lebih selama satu tahun para tersangka tinggal di tempat tersebut.

“Dalam kurun waktu satu bulan, pelaku ini dapat meraup uang hingga Rp. 300 Juta. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, dan terus kita dalami. Tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku-pelaku lain yang diduga terlibat,” kata Gagas kepada sejumlah wartawan, Jumat (30/10) siang.

Ia menambahkan, kuat dugaan kupon-kupon yang disebar para pelaku ini bahkan sampai ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kupon itu tidak hanya disebar begitu saja, namun mereka juga memasukannya ke dalam mie instan, kemudian dikemas lagi sebelum diedarkan kembali,” terangnya.

Akibat dari aksi penipuan ini, korban bernama Darmadi (46), warga Desa Sumberejo Mranggen, Kabupaten Demak mengalami kerugian hingga Rp. 26 Juta.

Dikatakan korban, saat itu dirinya menemukan sebuah kupon undian berhadiah di jalan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Hadiah sebuah mobil yang dijanjikan dalam kupon itu membuatnya tergiur. Sehingga ia memutuskan untuk menelepon nomor yang tertera dalam kupon tersebut.

“Pas itu hari Sabtu, Tanggal 17 Oktober lalu, kurang lebih jam 6 pagi, saya menemukan kupon hadiah dari Mizone. Lalu saya bawa pulang, setelah dibuka berisi 3 lembar. Salah satunya surat pemberitahuan pemenang,” ujarnya.

Setelah korban menelepon, diterima oleh seseorang yang mengaku Erwan selaku notaris. Dengan dalih untuk menyelesaikan administrasi, dan guna membayar pajak, korban diminta untuk mengirimkan sejumlah uang hinga sebanyak tiga kali.

“Saat transfer pertama dan kedua itu saya belum merasa curiga. Katanya untuk biaya balik nama surat-surat mobil seperti STNK dan BPKB. Saya baru nyadar ditipu setelah mengirim uang untuk yang ketiga kalinya,” kata korban dengan raut wajah kecewa.

Selanjutnya, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kini para tersangka diamankan di Mapolda Jateng, guna proses hukum lebih lanjut.

Dari tangan para tersangka disita beberapa barang bukti, diantaranya uang sejumlah Rp. 41.150.000, 5000 lembar kupon hadiah, 9 buah ATM, sebuah laptop, satu buah printer, 15 unit ponsel dan sepeda motor jenis Honda Beat warna putih yang digunakan pelaku serta alat pelengkap lainnya.

Sementara itu, Kombes Pol Lilik Darmanto selaku Kepala Bidang Humas Polda Jateng menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap kupon-kupon undian yang menjanjikan.

“Kami mohon untuk tidak begitu saja percaya. Apalagi kalau diminta mengirimkan uang terlebih dahulu. Silahkan melapor apabila merasa ragu,” pungkasnya. (Bjt02)