Home Headline Simpanglima Tidak Boleh Untuk Kampanye Terbuka Pemilu 2019

Simpanglima Tidak Boleh Untuk Kampanye Terbuka Pemilu 2019

347
Kawasan Simpang Lima Semarang

Semarang, 12/4 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah menegaskan bahwa lapangan Pancasila atau Simpang Lima tidak boleh digunakan sebagai lokasi menggelar kampanye terbuka pada pemilu 2019 ini. Hal ini menyusul nyanyian kubu dan Capres 02 Prabowo Subianto yang mengaku dilarang kampanye di Semarang.

Pemkot Semarang menegaskan, larangan penggunaan Simpang Lima untuk Kampanye itu berlaku untuk semua pihak, baik pasangan calon Presiden 01 atau pasangan calon Presiden 02 ataupun kampanye akbar partai politik peserta pemilu.

“Iya memang Simpang Lima tidak kita perkenankan untuk giat politik, mbak. Jangankan Prabowo, PDIP saja juga nggak boleh kampanye di Simpang Lima,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi kepada Kumparan, Kamis (11/4).

Hendrar lantas menjelaskan sesuai ketentuan, lapangan Pancasila tidak diperuntukkan untuk lokasi kampanye tahun 2019 ini.

Penentuan lokasi kampanye, kata Hendrar juga telah diatur sepenuhnya oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Semarang.

“Kan masih banyak lokasi yang diizinkan dalam edaran KPU (Komisi Pemilihan Umum),” ujarnya.

Edaran KPU yang dimaksudkan oleh Hendrar yakni Keputusan KPU Kota Semarang Nomor 43/pl.02.4-kpt/3374/kpu.kot/III/2019 yang memang menyebut lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang sebagai salah satu ruang terbuka yang diperuntukkan sebagai tempat kampanye rapat umum.

Berdasarkan Keputusan KPU Kota Semarang, lapangan simpang lima memang tidak direkomendasikan sebagai lokasi kampanye. KPU mengatur lokasi yang dibolehkan kampanye, yaitu di 43 titik, dengan mayoritas berupa lapangan sepakbola di tingkat kelurahan.

Sementara Komisioner KPU Jateng Ikhwanuddin saat dikonfirmasi perihal ini membenarkan. Kata Ikhwanuddin, di Semarang tak hanya Simpang Lima dan GOR Jatidiri yang tidak diperuntukkan untuk kampanye.

“Selain itu lapangan Mugas juga tidak boleh kalau saya tidak salah,” katanya singkat.

Sebelumnya diberitakan, Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Sandi wilayah Jateng, Sriyanto Saputro menjelaskan mestinya dua lokasi sempat jadi referensi pemilihan tempat kampanye terbuka Prabowo-Sandi, yakni GOR Jatidiri dan Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang.

Pertimbangannya, tempat yang diminta oleh tim pemenangan Prabowo-Sandi itu bisa menampung banyak orang. Sementara, keduanya sama-sama tidak mendapatkan izin baik dari Pemerintah Kota Semarang selaku pengelola Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.

Termasuk dari Pemprov Jateng melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) yang juga tak mengeluarkan izin untuk GOR Jatidiri dijadikan sebagai tempat kampanye.

“Simpang Lima dinilai pas. Sejak pemilu 2004, 2009, 2014 itu boleh. Sekarang tidak boleh,” ujarnya.

Hal ini kemudian di lontarkan lagi oleh Sang Capres, Prabowo Subianto saat berkampanye di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu (10/4). Politikus senior Gerindra itu menyatakan bahwa dirinya dilarang berkampanye di Semarang dengan alasan tertentu. (El)