Simpang Lima Semarang Dinilai Belum Maksimal sebagai Ruang Terbuka Hijau

Simpang Lima Semarang Dinilai Belum Maksimal sebagai RTH

Semarang, 11/1 (BeritaJateng.net) – Simpang lima sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Perkotaan masih sangat jauh dari pelayanannya sebagai RTH kota. Tak nampak disana ruang-ruang untuk komunitas, tempat bermain anak masih minim, kemudian fasilitas toilet yang belum memadai. Hal tersebut diungkapkan Pengamat Tata Kota Unisula Semarang Jamillah Kautsary, ST.

Menurutnya, Penyediaan fasilitas di lapangan Simpang Lima dinilainya belum memenuhi standar minimal pedoman penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Perkotaan sebagaimana diatur dalam Permen PU Nomer 5 tahun 2008.

“Lapangan Simpang Lima itu kategori Ruang Terbuka Hijau (RTH) aktif, dimana ada aktivitas di dalamnya. Dan fungsinya untuk rekreasi, sosialisasi, dan juga untuk tempat berkumpulnya berbagai komunitas,” ujarnya.

Keberadaan toilet sebagai sarpras wajib patut digarisbawahi melihat Simpanglima sekarang menjadi ikon Kota Semarang. ” Seharusnya toilet harus memadai, sehingga ketika pada saat ramai kunjungan seperti pada akhir pekan masyarakat tidak kesulitan mencari fasiltas toilet,” tuturnya.

Simpanglima
Simpanglima

Simpang Lima, tambahnya, harus dibenahi dan fasilitasnya disesuaikan dengan standar minimam RTH kota. Dengan begitu fungsi Simpang Lima sebagai RTH kota tidak banyak yang hilang. “Penataan kawasan Simpang Lima sejauh ini belum menunjukan sebagai ikon Kota Semarang. Penataanya terkesan hanya memperbaiki tanpa ada pembaharauan,” Ungkap.

Pembangunan taman kota, gagasnya, harus berkarakter, dengan disesuaikan dengan kebutuhaan dari masyarakat, yang bisa untuk menuangkan ide-ide kreatif. Dan, taman juga harus bisa bisa mewadahi kepentingan masyarakat, seperti teknologi, seni, sosial termasuk kepentingan lingkungan. “Jika pembangunan taman berkarakter maka akan bisa menjadi karakter Kota Semarang. Kalau taman yang sekarang ini kan tidak ada karakternya,” imbuhnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, DPRD mendorongan dinas terkiat untuk segera melakukan penambahan fasilitas-fasilitas yang berada di Simpang Lima. “Simpang Lima ini ikon kota, dan sudah kami sarankan untuk fasilitasnya dipenui dan lengkapi,” pungkasnya. (EL)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN