Home News Update Sigit Tanggapi Keluhan Warga Gajahmungkur

Sigit Tanggapi Keluhan Warga Gajahmungkur

Sigit Ibnu

Semarang, 27/9 (BeritaJateng.net) – Sigit tanggapi keluhan warga Gajahmungkur saat dialog bersama warga Penggerak PKK RW 9 Kelurahan Gajahmungkur, yang mana warga keluhkan fasilitas posyandu didaerahnya tak lengkap peralatannya.

Hal itu diungkapkan Sulaiman warga Gajahmungkur saat melakukan dialog dengan calon wali kota nomor urut tiga, Sigit Ibnugroho bersama warga setempat di Balai RW 9 Kelurahan Gajahmungkur.

“Jika ada kegiatan Posyandu kami harus meminjam peralatan seperti pengukur tensi dan tinggi badan. Kami harus meminjam ke bidan yang ada di wilayah sekitar,” ucap Sulaiman.

Dia menginginkan adanya bantuannya dari  Sigit Ibnugroho untuk lebih peduli terhadap posyandu. Karena, fasilitas tersebut merupakan fondasi dasar untuk membangun generasi bangsa.

“Kan balita itu adalah calon generasi penerus bangsa, jadi perkembanganya harus terus diperhatikan dan layanan pemeriksaan kesehatannya juga,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Sigit Ibnugroho akan berkomitmen, nantinya gaji sebagai Walikota yang sekitar Rp 50 juta pertahun akan digunakan untuk membantu masyarakat. Ia juga akan fokus untuk menganggarkan dana hingga tingkat RT dan RW. Yang menurutnya pelayanan masyarakat di tingkat dasar harus dimaksimalkan.

“Saya nanti akan memberikan tunjangan untuk pengurus RT dan RW karena sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Melalui itu juga nanti bisa membantu percepatan pembangunan. Pak RT dan RW itu juga pahlawan tanpa tanda jasa, kalau pelayanan mereka baik tidak dipuji, tapi kalau tidak beres pasti dicaci,” ucap Sigit.

Pemberian dana intensif tersebut untuk membantu operasional RT dan RW. Dan Sigit juga akan memberikan intensif kepada guru TPQ, modin, dan muadzin. Ia akan menerapkan program Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk memberdayakan RT dan RW lebih jelas dengan pertanggung jawaban yang transparan.

Sigit juga memastikan untuk menjamin pelayanan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) melayani pasien hingga jam kerja tutup yakni sore hari. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selama ini terjadi, yang mana mereka ingin berobat pada sore atau malam hari namun puskesmas sudah tutup.

“Jika saya njenengan pilih dan percaya jadi Walikota, jam kerja puskesmas dibuka hingga pukul empat sore nantinya,” tambahnya.(BJ06)