Home News Update Sigit Tak Setuju Program Sekolah 5 Hari di Semarang

Sigit Tak Setuju Program Sekolah 5 Hari di Semarang

Sigit Ibnu

Semarang, 21/9 (Beritajateg.net) – Sigit Ibnugronho tak setuju program sekolah 5 hari di Semarang yang dicanangkan oleh Gubernur Jateng. Calon Walikota Semarang menyampaika itu saat menghadiri pengajian Majelis Dzikir dan Sholawat Abshobirin yang dipimpin oleh Kyai Mulyono (Abah Mul) di jalan Sawah Besar RT01/RW04 Kecamatan Gayamsari Semarang.

Sebelumnya pada acara pengajian tersebut, Sigit Ibnugroho bersama Istri Daning Arista Putri Penasehat Kaukus Perempuan Pemenangan SibAgus (KPPS) bersama Tim KPPS melangsungkan doa dan dzikir bersama ratusan Majelis Dzikir Ashobirin, setelah pengajian selesai dilanjutkan dengan perkenalan Calon Walikota Semarang Sigit Ibnugroho dan Agus Sutyoso yang di perkenalkan oleh Umi S Diniyah Ketua KPPS.

Pada sosialisasi pengenalan tersebut disambut meriah oleh para ibu-ibu pengajian tersebut, sebab terkesima dengan paras muda Sigit Ibnugroho dan Istrinya Daning Arista Putri yang cantik.

Pada sambutannya Sigit mengatakan bahwa kurang menyetujui adanya sekolah 5 hari di Semarang. Menurutnya Sekolah harus tetap dengan jam yang sama atau 6 hari Sekolah, sebab jika sekolah hingga sore hari anak-anak pasti akan lelah dan sore harinya tak bisa belajar mengaji.

“Saya kurang setuju dengan adanya program 5 hari Sekolah di Semarang yang dicanangkan oleh Gubernur, kasihan anak-anak nanti pasti akan mengeluh kecapekan dan sorenya pasti tak mau untuk belajar mengaji ke TPQ atau beribadah,” tuturnya.

Sigit Ibnugroho menganjurkan bahwa sekolah sewajarnya harus tetap dengan jam yang seperti biasanya, dan sore hari anak-anak dapat istirhat dan melakukan aktifitas lainya seperti mengaji, les dan lainnya.

Selain itu jika ia akan terpilih menjadi Walikota Semarang nantinya, ia akan memprogramkan sekolah dengan biaya yang terjangkau dan tidak gratis.

“Saya akan programkan sekolah dengan berbiaya terjangkau bagi masyarakat, jadi tidak gratis, tetap berbayar namun semua kalangan tetap terjangkau untuk memberikan kewajiban kepada anak untuk Sekolah. Jadi kita tidak mengajarkan dengan cara gratis dan gratis terus, nantinya masyarakat akan menjadi tak maju dan mandiri. Kita harus memberikan pengajaran kepada anak-anak untuk tak berfikir gratis saja, kita juga harus mengajarkan mental kepada anak-anak kita untuk bisa mandiri, jika sekolah gratis nanti anak-anak menjadi malas untuk bersekolah,” ucap Sigit Ibnubroho saat menjelaskan kepada Majelis Pengajian Ashobirin.

Lanjutnya, marilah memulai dari diri kita sendiri untuk mandiri, jadi jangan terpaku dengan gratis dan gratis saja.

“Dan kita mulai dengan pemilihan pemimpin di Kota Semarang nanti, jangan sampai salah pilih, dalam memilih pemimpin nantinya untuk menjadikan Kota Semarang yang meningkat dan bermartabat,” harapnya.

Sementara itu, Kyai Mulyono mengatakan bahwa Sigit Ibnugroho mempunyai sosok yang pas untuk menjadi Walikota Semarang. Menurutnya, dengan kesederhanaannya bisa memimpin dan peduli dengan rakyat kecil seperti kita ini.

“Kami Majelis Dzikir Asobhirin siap mendoakan dan mendukung penuh SibAgus calon Walikota Semarang pada 9 Desember mendatang,” ucapnya.(BJ06)