Home Hiburan Sido Muncul Canangkan Kembali Desa Wisata di Kabupaten Semarang

Sido Muncul Canangkan Kembali Desa Wisata di Kabupaten Semarang

Semarang, 29/1 (BeritaJateng.net) – Kegiatan CSR Sido Muncul untuk pemberdayaan masyarakat dimulai dengan program “Desa Rempah” dan pada akhirnya berkembang pada bidang pertanian yang berkolaborasi dengan pariwisata program “ Desa Wisata Buah”.

Bertempat di Desa Bergas Kidul Semarang, PT Sido Muncul, Tbk mencanangkan program pemberdayaan masyarakat desa yaitu program “Desa Wisata Buah”.

Pencanangan program Desa Wisata Buah diresmikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian RI, Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec.Dev disaksikan Asisten II Gubernur Jawa Tengah IR. Joko Sutrino, M.Si, PJ Bupati Semarang Ir. Sujarwanto Dwiatmoko dan Direktur Operasional PT Sido Muncul Tbk, David Hidayat. Tim konsultann @Glow yang juga merupakan mantan pengelola Taman Buah Mekar Sari Bogor, para pimpinan daerah dan masyarakat sekitar.

Pada saat pencanangan juga dilakukan penandatanganan kerjasama (MOU) antara PT Sido Muncul, Tbk dengan masyarakat Desa Bergas Kidul dan Desa Diwak Semarang yang diwakili oleh PJ Bupati Semarang.

Selain itu juga akan ada penandatanganan prasasti oleh Kepala badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI.

Pada saat kegiatan, juga menampilkan produk-produk hasil kerajinan tangan dari masyarakat sekitar pabrik.

Ditetapkannya Desa Bergas Kidul dan Diwak, adalah sebagai uji coba kegiatan dari beberapa desa sekitar kawasan pabrik, dimana kedua desa ini merupakan desa yang melekat langsung dengan kawasan pabrik Sido Muncul.

Selain itu kondisi tanah, air dan agroklimat menunjang untuk kegiatan budidaya tanaman buah.

Desa Bergas Kidul juga memiliki wilayah yang memiliki jalur lintas strategis wisatawan menuju Bandungan dan Candi Gedong Songo. Infrastrukturnya sangat mendukung.

Sedangkan Desa Diwak, dengan wilayah yang sempit dan padat pemukiman intensif kegiatan tersentra dikawasan yang berada di Dusun Kalisori, memiliki kekuatan destinasi obyek wisata pemandian air hangat.

Pada program “Desa Wisata Buah”, buah unggul yang dipilih yaitu Durian dari jenis/varietas: Matahari, Bawor, dan Pelangi, dan Alpukat dari varietas Wina.

Dipilihnya Durian dan Alpukat karena merupakan komoditas yang sangat sesuai untuk dikembangkan dengan pangsa pasar yang terbuka luas baik untuk mencukupi kebutuhan pasar lokal, antar daerah, maupun komoditas ekspor.

Bibit Durian dan bibit Alpukat akan ditanam di lahan Hak Milik masyarakat yang telah didata oleh pihak pemerintah desa beserta tim dari Sido Muncul berdasarkan hasil musyawarah dengan asas pemerataan tetapi tanpa mengabaikan studi kelayakan dan persyaratan yang harus dipenuhi, dan bibit bukan dibagi rata pada seluruh warga

Untuk lokasi dan sasaran penanaman adalah: Dusun Krajan, Bergas Kidul: Luas lahan Demonstrasi (Demplot) 5 ha, luas lahan pengembangan 8 ha, jumlah tanaman 2000 batang, dan jumlah petani 60 orang

Dusun Kalisori Diwak: Luas lahan Demplot 2 hektar, luas lahan pengembangan 2 ha, jumlah tanaman 300 batang, dan jumlah petani 33 orang

Secara terpisah, Direktur Utama PT Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, Konsep Desa Wisata merupakan perpaduan antara budaya, kearifan lokal dan buatan.

“Sisi buatan yang dikembangkan di desa adalah pengembangan sektor Pertanian (agro) dan salah satu komuditas agro yang menarik adalah tanaman buah. Sido Muncul, melihat peluang besar dan mencoba mempelopori kegiatan CSR pemberdayaan masyarakat dengan pengembangan “Desa Wisata Buah”,” ujarnya.

Selain itu lanjut Irwan, program ini tujuannya adalah untuk memberikan kontribusi kepada lingkungan perusahaan dalam bentuk kegiatan bisnis, menciptakan usaha baru dan membuka lapangan pekerjaan di lingkungan pabrik, memperkuat destinasi kawasan wisata pabrik Sido Muncul dan sekitarnya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar kawasan pabrik.

“Diharapkan buah yang ditanam bukan semata-mata dijual ke pasar maupun pedagang melainkan dijual dalam paket pariwisata dengan menarik wisatawan untuk datang, mengunjungi dan menikmati di desa sambil berwisata,” harapnya.

Desa Wisata Buah akan dapat menggerakkan seluruh potensi desa untuk tujuan bisnis dan muaranya kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Sejak tahun 2009, Sido Muncul telah membantu pariwisata di Indonesia dengan membuat iklan yang bertemakan pariwisata dimulai dengan mempromosikan daerah Papua, Labuan Bajo, Sumatra Utara, Nias, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Semarang, Candi Borobudur, Kalimantan, Candi Prambanan, Danau Toba, dan Gunung Merapi yang sekarang menjadi daerah tujuan wisata pasca erupsi Gunung Merapi.

Diantara puluhan iklan pariwisata yang dibuat Sido Muncul, yang dinyatakan membantu dan berhasil adalah iklan wisata Labuan Bajo, ditandai dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang awalnya 18.000 per tahun sekarang telah menjadi 100.000 per tahun.

Diharapkan dengan adanya Desa Wisata Buah, Sido Muncul yang telah menjadi tujuan pariwisata dengan jumlah kunjungan wisatawan rata-rata 6.000 orang per bulan dari berbagai daerah, dapat singgah ke lingkungan dan Desa Wisata Buah menjadi kawasan destinasi kunjungan wisatawan di Kabupaten Semarang. (BJ)